Menurutnya pernyataan tersebut bukan sekadar cerita pribadi melainkan bentuk pengingat bahwa transparansi menjadi kunci dalam menghadapi tuduhan yang melibatkan integritas pribadi pejabat negara.
Benny memuji Arsul Sani sebagai sahabat yang dengan cepat menunjukkan bukti keaslian dokumen pendidikannya sehingga menutup mulut para pengkritik tanpa perlu proses panjang.
Ia menyiratkan bahwa sikap proaktif seperti itu seharusnya menjadi standar bagi siapa saja yang menduduki posisi publik terutama ketika isu serupa kembali mencuat di masyarakat.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan yang hadir dalam diskusi televisi nasional malam itu menilai komentar Benny sebagai bagian dari mekanisme pengawasan legislatif yang sedang berjalan.
Menurut Syarief partainya selalu berdiri di pihak kebenaran dan menentang segala bentuk ketidakjelasan yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Ia menegaskan bahwa jika pihak yang dimaksud tidak mampu mengikuti teladan Arsul Sani maka pengadilan menjadi arena yang tepat untuk membuktikan semua klaim secara formal.
Syarief menolak tudingan bahwa Demokrat berada di kubu para penuduh seperti Roy Suryo dan kawan-kawan yang kini menghadapi jerat hukum atas laporan pencemaran nama baik.
Wakil pimpinan Projo Freddy Damanik yang juga ikut berdiskusi menyatakan kekecewaannya atas komentar dari dua tokoh Demokrat yang menurutnya paham betul sistem kenegaraan namun masih ikut mengangkat isu sensitif tersebut.
Menurut Freddy masyarakat sudah paham bahwa sindiran Benny ditujukan kepada Joko Widodo meskipun tidak disebut secara eksplisit sehingga hal itu menimbulkan pertanyaan tentang motif di balik pernyataan tersebut.
Ia mempertanyakan apakah Benny dan Syarief termasuk dalam aliansi yang selama ini getol mempertanyakan keaslian dokumen pendidikan mantan presiden.
Freddy menegaskan bahwa banyak tokoh lain yang turut mengomentari isu ini namun yang disayangkan adalah dari kaliber seperti mereka yang seharusnya lebih bijak dalam menjaga stabilitas politik pasca pergantian kekuasaan.
Analis politik Adi Prayitno yang turut hadir dalam pembahasan menilai bahwa komentar Benny mengandung muatan politis halus sebagai bagian dari dinamika oposisi yang mulai berani menantang pengaruh mantan pemimpin.
Menurut Adi sikap Demokrat ini menunjukkan pergeseran posisi partai dari koalisi pendukung menjadi pengawas kritis meskipun hal itu berisiko memicu polarisasi baru di tengah isu yang sensitif.
Ia menekankan bahwa tanpa kejelasan dari pihak yang disindir perdebatan ini berpotensi memperlemah legitimasi proses hukum yang sedang berjalan terhadap para tersangka pencemaran nama baik.
Adi memperingatkan bahwa sindiran semacam itu bisa menjadi senjata makan tuan jika tidak diimbangi dengan bukti konkret sehingga lebih baik diselesaikan melalui mekanisme formal daripada pernyataan ambigu di forum publik.
Pembahasan ketiga tokoh ini menjadi cerminan bagaimana isu ijazah palsu yang kembali bergulir pasca pilpres memengaruhi hubungan antar partai dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara secara keseluruhan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

