Menurut Kanti, pernyataan Ahmad Ali tidak berdasar dan justru menunjukkan ketidakpahaman terhadap mekanisme internal PDI Perjuangan.
Nenek Ketum partai yang kau sindir itu dipilih dan diinginkan oleh partai dan kadernya, tulis Preciosa Kanti melalui akun X @PreciosaKanti pada 24 November 2025.
Ia menegaskan bahwa Megawati tetap memimpin karena memang memiliki legitimasi kuat dari seluruh struktur partai serta kontribusi nyata yang terbukti di lapangan.
Dia memang cerewet, tapi membangun! Terbukti partai yang dipimpinnya menang Pemilu, lanjutnya.
Kanti juga menyerang balik dengan menyebut Jokowi, sosok yang selama ini dipuja PSI, sebagai figur yang justru telah dipecat dari PDI Perjuangan karena dianggap merusak.
Pujaanmu itu pecatan, dan Jokowi diminta diam karena dia merusak, tegas Kanti.
Serangan Kanti semakin tajam dengan melabeli Ahmad Ali sebagai politikus oportunis yang hanya mencari panggung dan sisa-sisa keuntungan dari kekuasaan.
Sementara dirimu, kakek-kakek opportunist, numpang tenar dan berharap serpihan rengginang dari meja penguasa!, kuncinya.
Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean juga menilai pernyataan Ahmad Ali sebagai trik murahan untuk menjaga PSI tetap relevan di pemberitaan.
Ahmad Ali itu sedang cari sensasi murahan saja untuk terus mengangkat PSI, ujar Ferdinand pada Minggu 23 November 2025.
Ferdinand menyebut pola serangan ke NasDem dan PDI Perjuangan sebagai strategi khas partai kecil agar tidak tenggelam dari perbincangan publik.
Supaya terus ada dalam frame pemberitaan, makanya dia serang NasDem lah, serang PDIP lah, katanya.
Ya begitulah cara Partai Gurem untuk selalu berada dalam frame pemberitaan supaya tidak hilang, tambah Ferdinand.
Ia menegaskan bahwa tuduhan Jokowi tidak dihargai PDI Perjuangan sama sekali tidak benar, mengingat partai tersebut yang mengusung Jokowi hingga dua periode.
Jokowi itu bukan tidak dihargai di PDI Perjuangan, Jokowi itu sangat dihargai, tegasnya.
Kalau Jokowi tidak dihargai, Jokowi itu tidak akan pernah diusulkan sampai dua periode oleh PDI Perjuangan, lanjut Ferdinand.
Meski ada kebijakan Jokowi yang tidak sepenuhnya disetujui, PDI Perjuangan tetap memberikan ruang agar pemerintahan berjalan lancar.
Jokowi itu sangat mendapat tempat di PDI Perjuangan, makanya banyak kebijakannya yang meski tidak disetujui, tetapi dibiarkan berjalan oleh PDI Perjuangan, pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

