Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Perang Antar Kelompok Jalur Gaza Makassar: 1 Tewas Tertembak, 13 Rumah Hangus, 300 Polisi Dikerahkan Cegah Bentrok Susulan

Repelita Makassar - Pelaksana Tugas Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Muhammad Ridwan melaporkan perkembangan terbaru di kawasan utara kota yang dikenal masyarakat sebagai Jalur Gaza pasca bentrokan massal antarwarga yang menewaskan satu orang dan menghanguskan belasan rumah.

Menurut Ridwan, ratusan personel gabungan dari tingkat polsek hingga polda telah digelar untuk menjaga stabilitas wilayah tersebut sejak konflik meletus.

"Kita di sana itu ada 300, gabungan Polsek, Polres, dan Polda,” ungkap Ridwan pada Rabu malam 19 November 2025.

Beberapa kendaraan taktis memang dikerahkan ke lokasi namun terhambat oleh lebar jalan yang sangat sempit sehingga tidak semua alat berat bisa masuk.

Kendaraan water cannon misalnya sama sekali tidak dapat dioperasikan di dalam gang karena keterbatasan ruang gerak.

Saat ini situasi secara umum sudah dapat dikendalikan meskipun masih terdeteksi upaya dari kelompok luar yang berusaha memasuki zona bentrokan.

Kelompok-kelompok eksternal inilah yang menjadi fokus antisipasi aparat agar api permusuhan tidak kembali membesar.

Ridwan secara terbuka mengakui bahwa kawasan tersebut sulit dipisahkan dari praktik peredaran narkotika yang dilakukan kedua kubu yang bertikai.

Menurutnya penyelesaian permanen tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan kepolisian semata.

Semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kota, dinas terkait hingga tokoh masyarakat harus turun bersama untuk mencari akar masalah dan solusi jangka panjang.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro sebelumnya membeberkan rangkaian peristiwa yang memicu kerusuhan di Kecamatan Tallo.

Konflik bermula pada 16 November 2025 ketika seorang warga bernama Nursyam berusia 37 tahun asal Sapiria tewas tertembak senapan angin di bagian kepala.

Kejadian penembakan itu tidak pernah dilaporkan ke polisi sehingga aparat tidak sempat melakukan pencegahan dini.

Setelah kabar kematian Nursyam menyebar luas, emosi massa langsung memuncak dan memicu tawuran besar-besaran pada 18 November 2025 di area pekuburan Beroangin.

Kelompok pemuda Sapiria melakukan serangan balasan ke wilayah Lorong Borta yang kemudian meluas hingga Lorong Bugis.

Akibatnya belasan rumah di Lorong Bugis ludes terbakar sementara satu nyawa melayang.

Gabungan TNI Polri bersama petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil meredam amuk massa setelah berjam-jam berupaya.

Untuk mencegah gelombang kekerasan berikutnya, pasukan tambahan dari Brimob dan Samapta terus disiagakan di seluruh titik rawan.

Proses hukum terhadap pelaku penembakan dan pembakaran rumah juga langsung digas polisi dengan memburu para tersangka utama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved