Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[PEDAS] Herwin Sudikta Kritik Jokowi soal AI: Kamu Sibuk Glorifikasi, Tapi Nggak Paham Cara Kerjanya, Bagi Bansos Cuma Populisme Murahan

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Herwin Sudikta memberikan tanggapan tajam terhadap pandangan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo yang yakin bahwa kemajuan kecerdasan buatan tidak akan memusnahkan lapangan kerja melainkan justru melahirkan peluang baru di era ekonomi cerdas.

Menurut Herwin, dampak artificial intelligence terhadap ketenagakerjaan jauh lebih kompleks daripada sekadar optimisme teknologi semata.

Ia menilai pemerintah terlalu tergesa mengagung-agungkan AI tanpa memahami secara mendalam cara kerja dan konsekuensi nyata dari teknologi tersebut terhadap masyarakat.

"Ya, memang tidak ada yang senaif itu. Masalahnya cuma satu," kata Herwin kepada media pada Jumat 21 November 2025.

"Kamu terlalu sibuk mengglorifikasi teknologi AI sementara kamu sendiri tidak paham bagaimana AI bekerja," lanjutnya dengan nada menohok.

Herwin menjelaskan bahwa AI memiliki dua sisi mata uang yakni mampu menghapus profesi tertentu sekaligus membuka kesempatan baru, tergantung sepenuhnya pada kesiapan sumber daya manusia dan kelengkapan infrastruktur pendukung di suatu negara.

"Apakah AI bisa menghilangkan lapangan kerja? Bisa kalau manusianya tidak siap. Apakah AI bisa menciptakan lapangan kerja? Juga bisa kalau infrastrukturnya ada," paparnya tegas.

Ia menegaskan bahwa solusi utama terletak pada pemberdayaan masyarakat secara mandiri, bukan terus-menerus memberikan bantuan yang menciptakan ketergantungan jangka panjang.

"Kuncinya simple, empower the people, bukan feed the people," ungkap Herwin.

Herwin lantas mengkritik keras sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai lebih berorientasi populisme daripada pembangunan kapasitas manusia menghadapi revolusi teknologi.

"Kalau mau AI menciptakan lapangan kerja, bangun infrastrukturnya. Siapkan manusianya," imbuhnya.

"Buka akses pendidikan. Bukan bagi-bagi bansos, bukan makan siang gratis, bukan gimmick populisme murahan," tegasnya lagi.

Ia menyimpulkan bahwa negara yang ingin maju di era digital harus dibangun atas fondasi rakyat yang mandiri dan berpengetahuan, bukan masyarakat yang terus dijadikan obyek ketergantungan.

"Negara cerdas dibangun dari manusia cerdas. Bukan dari rakyat yang dibikin ketergantungan," pungkas Herwin.

Sebelumnya dalam Bloomberg New Economy Forum 2025 yang disiarkan secara daring pada Jumat 21 November 2025, Jokowi menyatakan keyakinannya bahwa fondasi ekonomi cerdas akan melahirkan lebih banyak inovasi dan peluang kerja baru bagi generasi mendatang.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved