Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Korban Jiwa Masih Berjatuhan, Ultimatum Polisi Tidak Berlaku di Jalur Gaza Makassar

 

Repelita Makassar - Bentrokan antarkelompok pemuda di Kota Makassar kembali meledak hanya tujuh jam setelah Plh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Muhammad Ridwan melontarkan ultimatum keras kepada para pelaku tawuran.

Kali ini lokasi bergeser dari kawasan Pekuburan Beroangin ke Kelurahan Bunga Eja Baru dengan melibatkan pemuda dari Kampung Layang, Lorong Tinumbu 148 serta beberapa kelompok lainnya.

"Kami konsisten, semua pelaku kejahatan bakal tidak enak tidurnya, tidak enak hidupnya di Sulsel. Kemanapun larinya akan kami kejar,” tegas Ridwan saat berada di lokasi pekuburan Beroangin sekitar pukul 10.15 Wita pada Kamis 20 November 2025.

Pernyataan tegas itu memperoleh dukungan penuh dari Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro yang menjamin tidak ada tempat persembunyian aman bagi para penjahat selama masa jabatannya.

"Selama saya di sini, Makassar (secara khusus, red) akan menjadi tempat aman. Tapi akan menjadi tempat tidak aman bagi penjahat," kata Djuhandhani beberapa waktu sebelumnya.

Kapolsek Tallo Kompol Syamsuardi mengungkapkan bahwa puncak bentrokan terbaru terjadi pada pukul 04.00 Wita dini hari Jumat 21 November 2025 di wilayah Bunga Eja Baru.

Ketika para pelaku ditangkap dan diinterogasi, jawaban yang diberikan justru saling tuding tanpa kejelasan siapa yang memulai lebih dahulu.

"Tidak jelas, karena begitu ditanya, bilang pihak Layang yang memulai, di tanya pihak Layang, dia bilang pihak Lorong 15 yang memulai," ungkap Syamsuardi saat ditemui di Mapolsek Tallo pada Jumat 21 November 2025.

"Karena mereka itu kalau ketemu di warung, ketemu di warpop, ketemu di tempat kerja, sekolah, tidak ada apa-apa terjadi," tambahnya dengan nada kebingungan.

Syamsuardi memastikan bahwa bentrokan yang banyak melibatkan anak di bawah umur itu bermula dari saling balas petasan antarkelompok.

"Begitu ada kejadian terjadi ada bunyi petasan, muncullah mereka dengan bawa alat seperti tameng, kemudian busur, senapan angin dan bom molotov," jelasnya.

Meski sudah puluhan kali dilakukan pertemuan damai yang dihadiri tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Wali Kota Makassar, Dandim hingga Kapolres, bentrokan tetap saja berulang.

Kini pihak kepolisian memperkuat pengamanan dengan menempatkan personel Brimob Polda Sulsel di sejumlah titik rawan.

"Bukan lagi dua dijaga, empat dijaga sekarang, Lorong 148, kemudian pos lorong 15, kemudian pos Layang, pos Lembo," papar Syamsuardi.

Pengamanan serupa juga diterapkan ketat di wilayah Borong Taipa dan Sapiria guna mencegah perluasan konflik.

Hingga saat ini rangkaian tawuran kelompok di Makassar telah menewaskan dua orang yakni MD berusia 16 tahun tertembak di dada serta Nursyam berusia 37 tahun tertembak di kepala menggunakan senapan angin.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved