Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[PANAS] Ahmad Ali Sentil PDIP: Jokowi Cuma Dijadikan Komoditas Politik, Setelah Berjasa Malah Ditekan dan Dijatuhkan

Ahmad Ali Sindir Politisi NasDem yang Kritik Pembangunan Bendungan Era Jokowi: Mungkin Belum Belajar - TribunNews.com

Repelita Kendari - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali menilai PDI Perjuangan tidak pernah memberikan penghargaan yang sepantasnya kepada Joko Widodo selama perjalanan politiknya, meskipun mantan Presiden tersebut telah memberikan kontribusi elektoral yang sangat besar bagi partai berlambang banteng itu.

Menurutnya, keberhasilan Joko Widodo meraih jabatan dari wali kota hingga presiden sepenuhnya berkat dukungan langsung masyarakat, bukan karena posisi istimewa yang diberikan oleh struktur internal PDI Perjuangan.

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Ali saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Wilayah Partai Solidaritas Indonesia se-Sulawesi Tenggara yang digelar di Kendari pada Jumat, 21 November 2025.

Jokowi terpilih menjadi Wali Kota Solo karena masyarakat menginginkan sosok yang bisa bekerja. Ia membalas kepercayaan itu dengan kinerja, ungkap Ahmad Ali di hadapan para kader.

Ia menjelaskan bahwa popularitas Joko Widodo yang terbangun secara alami membuat rakyat secara spontan mendorongnya untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Ketika orang melihat ada pemimpin daerah yang sederhana dan bekerja nyata, dorongan untuk menjadikannya gubernur datang dari publik, bukan dari partai, lanjutnya.

Namun, Ahmad Ali menuding PDI Perjuangan hanya memanfaatkan Joko Widodo sebagai alat pemasaran politik demi memperkuat kepentingan kelompok internal tanpa memberikan penghormatan yang setara.

Selama bertahun-tahun, posisi Jokowi hanya dimanfaatkan. Jabatannya dipakai sebagai modal partai, bukan karena partai benar-benar menghargai dirinya, tegas Ahmad Ali.

Baginya, rakyat-lah yang memaksa PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo sebagai calon gubernur hingga akhirnya menjadi presiden dua periode.

Ahmad Ali juga menyoroti berbagai serangan dan tekanan politik yang terus dialami Joko Widodo bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Pengalaman itu, menurutnya, menjadi alasan wajar jika Joko Widodo kini memikirkan masa depan politik anak-anaknya di luar partai lama.

Wajar kalau kemudian beliau memikirkan anak-anaknya. Bagaimana mungkin menitipkan keluarga atau kader dekatnya ke partai lama, sementara dirinya sendiri ketika menjadi presiden saja tidak dihargai? Selama ini malah dikritik, ditekan, bahkan dijatuhkan, ujar Ahmad Ali.

Ia menegaskan bahwa Partai Solidaritas Indonesia hadir dengan pendekatan berbeda, yaitu menghormati kinerja Joko Widodo sebagai pemimpin tanpa menjadikannya sekadar alat untuk kepentingan kelompok tertentu.

Kami menghormati kerja Jokowi sebagai pemimpin, bukan menjadikannya alat untuk kepentingan kelompok, pungkas Ahmad Ali di akhir penyampaiannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved