![]()
Repelita Jakarta - Sebuah video yang beredar luas di Facebook berhasil menyita perhatian masyarakat karena memuat tuduhan berat terhadap Presiden Joko Widodo.
Konten tersebut menggambarkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seolah-olah sedang menyerahkan pernyataan keras bahwa dana bantuan sosial senilai Rp500 triliun telah dialihkan untuk membiayai kampanye politik serta membayar jasa para pendengung di media sosial.
Unggahan tersebut pertama kali disebarkan oleh akun bernama Inara Utari pada Rabu (22/10/2025) dan langsung menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru platform.
Dalam waktu singkat, video itu sudah mencatat ribuan interaksi dari pengguna yang terpancing emosi atas narasi yang disajikan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, seluruh isi tuduhan dalam video tersebut ternyata tidak memiliki dasar yang benar.
Tidak ditemukan satu pun rekaman asli atau pernyataan resmi dari Luhut yang menyebut dana bansos dipakai untuk keperluan kampanye maupun honor buzzer.
Pencarian menyeluruh melalui berbagai sumber berita kredibel hanya menemukan konteks berbeda mengenai pernyataan Luhut terkait dana bansos Rp500 triliun.
Pada awal Februari 2025, Luhut memang pernah menyampaikan bahwa separuh dari dana bansos tersebut tidak tepat sasaran karena masalah pendataan dan penerima ganda.
Penjelasan itu sama sekali tidak mengandung tuduhan penyelewengan untuk kepentingan politik pribadi atau pembayaran pendengung.
Seluruh pemberitaan yang ada hanya membahas isu ketidakefisienan distribusi, bukan pengalihan dana untuk tujuan kampanye.
Hasil verifikasi menyimpulkan bahwa video viral tersebut merupakan konten yang sengaja dibuat untuk menyesatkan opini publik.
Narasi yang dibangun di dalamnya termasuk kategori fabricated content atau informasi palsu yang dirancang untuk memanaskan suasana.
Masyarakat diimbau untuk lebih teliti memverifikasi setiap informasi sensasional yang beredar di media sosial agar tidak turut menyebarkan hoaks.
Editor: 91224 R-ID Elok

