Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kiai Asep: NU Harus Kembali ke Khitah, Fokus pada Pelayanan Bukan Jabatan

Repelita Surabaya - Jaringan Kiai Santri Nasional menggelar istighosah kubro sekaligus shalat hajat bersama di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya pada Kamis 27 November 2025.

Acara ini diselenggarakan sebagai respons atas gejolak kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama setelah Rais Aam KH Miftachul Akhyar mengeluarkan keputusan pemberhentian Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum.

Ribuan kiai, santri, dan masyarakat nahdliyin hadir memenuhkan halaman pesantren untuk memanjatkan doa agar organisasi kembali pada khittah perjuangan sebagai pengayom umat dan penjaga akhlak bangsa.

Ketua Umum JKSN KH Asep Saifuddin Chalim menyatakan bahwa istighosah serupa akan digelar secara rutin minimal sebulan sekali sebagai ikhtiar spiritual demi kebaikan bangsa, negara, dan Nahdlatul Ulama.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan seruan moral agar kepemimpinan NU segera berbenah dan meninggalkan pola yang menjauh dari ketulusan.

Menurutnya, sebagian pengurus saat ini terkesan lebih sibuk berebut posisi komisaris perusahaan atau mengejar keuntungan dari sektor pertambangan ketimbang mengawal Islam rahmatan lil alamin serta meningkatkan kesejahteraan umat.

Krisis yang sedang melanda harus dijadikan momentum refleksi besar agar NU kembali menjadi organisasi keagamaan yang murni, bukan ladang perebutan jabatan dan akses ekonomi.

KH Asep juga menyoroti maraknya pinjaman online dan judi online yang kini menjadi penjajah baru bagi masyarakat miskin.

Praktik tersebut, katanya, harus diperangi habis-habisan melalui dakwah intensif dan pendidikan karakter di seluruh lapisan nahdliyin.

Doa khusus juga dipanjatkan agar para pemimpin nasional dan daerah senantiasa istiqomah memperjuangkan keadilan sosial serta melindungi rakyat dari segala bentuk penindasan ekonomi dan moral.

Gelaran ini menjadi salah satu suara keras dari kalangan grassroot nahdliyin yang mendambakan pembaruan total di tubuh PBNU agar kembali pada nilai-nilai luhur pendiri serta menjauhkan diri dari pragmatisme politik dan bisnis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved