Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ismail Fahmi Nangis: Ira Puspadewi Kader Muhammadiyah Bersih, Dijatuhkan Vonis Gila Meski Hakim Sendiri Bilang Tak Bersalah!


 Repelita Jakarta - Pendiri Drone Emprit sekaligus Pengurus Pusat Muhammadiyah Ismail Fahmi menyampaikan dukungan mendalam kepada mantan Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi pasca vonis empat tahun enam bulan penjara yang dijatuhkan pengadilan.

Dari Seorang Warga, Mantan Diaspora, dan Kader Muhammadiyah untuk Ira Puspadewi, tulis Ismail Fahmi sebagai pembuka unggahan panjang berjudul Airmata yang Tidak Seharusnya Jatuh di akun X pribadinya pada Selasa (25/11/2025).

Ada kalanya sebuah berita membuat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam, lalu bertanya, "Mengapa seseorang yang begitu rapi jalan hidupnya harus menerima nasib seberat ini?", ungkapnya.

Itulah yang saya rasakan ketika membaca kabar vonis terhadap Ira Puspadewi, seorang perempuan yang bagi saya mewakili integritas, profesionalisme, dan dedikasi, baik sebagai pemimpin BUMN maupun sebagai kader Muhammadiyah, lanjut Ismail.

Ia mengenal Ira bukan dari kasus hukumnya, melainkan dari rekam jejak panjangnya sebagai profesional yang meninggalkan karier mapan di luar negeri demi mengabdi di Indonesia.

Ira pernah memimpin Sarinah, Pos Indonesia, hingga ASDP dengan gaya kepemimpinan yang rapi, tertib, tanpa sensasi, dan jauh dari kemewahan berlebihan.

Dan yang paling membuat saya tertegun. Ira adalah kader Muhammadiyah. Tercatat resmi sebagai Wakil Bendahara II Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah, bebernya.

Ismail menceritakan sisi kemanusiaan Ira yang jarang terekspos, seperti tetap naik kelas ekonomi meski memimpin perusahaan besar, menginap di hotel budget, hingga menampung teman yang sedang kesulitan.

Kita sering bicara soal integritas, tapi Ira menunjukkannya justru di saat-saat yang tak terlihat kamera. Itu yang membuat kasus yang menimpanya terasa janggal bagi banyak orang, katanya.

Ia menyoroti dissenting opinion Hakim Ketua Sunoto yang menyatakan perbuatan Ira dilindungi Business Judgment Rule, dilakukan dengan itikad baik, serta telah melalui uji tuntas tujuh lembaga termasuk BPK, BPKP, Deloitte, dan PWC.

Di titik itu, saya bertanya sendiri. Kalau seorang profesional yang mengikuti prosedur, melakukan uji tuntas, tidak mengambil keuntungan pribadi, dan bekerja dengan integritas pun tetap tersandung, apa kabar yang lain?, tanyanya.

Sebagai warga negara, mantan diaspora yang kembali untuk membangun Indonesia, serta kader Muhammadiyah yang menjunjung kejujuran dan keadilan, Ismail merasa perlu menyuarakan dukungan ini.

Bukan dukungan untuk membela membabi buta. Bukan pula untuk mengintervensi proses hukum.

Namun sebagai pengakuan atas manusia yang saya lihat bersih jalannya, yang saya harap mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Seorang perempuan yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia: teman, sahabat, dan komunitasnya, urainya.

Ira telah memberi banyak pada bangsa ini. Lebih dari sebagian besar dari kita.

Ia pulang ketika banyak memilih menetap di luar negeri. Ia bekerja ketika banyak memilih kenyamanan. Ia menata sistem ketika banyak memilih zona abu-abu.

Dan bagi saya, seorang yang bekerja sejujur dan sekeras itu, tidak seharusnya berdiri sendirian ketika badai datang, tegasnya.

Ismail hanya bisa berdoa agar proses banding mendatang menghadirkan keadilan sejati dan nama baik Ira kembali pulih.

Sebagai warga, sebagai kader, dan sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan. Ira tidak sendiri. Dan kebenaran, jika memang berpihak kepadanya, semoga menemukan jalannya kembali, tutupnya.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved