Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Herwin Sudikta: Isu Ijazah Palsu Jokowi Bukan Serangan PDIP, Malah Jadi Bumerang Buat Gibran dan Buka Jalan Lebar AHY 2029

 Reshuffle Kabinet, Copot Kapolri, Herwin Sudikta: Makzulkan Fufufafa | SANCAnews.id

Repelita Jakarta - Polemik dugaan ketidakabsahan dokumen pendidikan mantan Presiden Joko Widodo terus bergaung di kalangan masyarakat luas tanpa tanda-tanda akan mereda, justru semakin memanas dengan meluasnya ke berbagai arena diskusi politik yang sarat kepentingan jangka panjang.

Aktivis di ranah digital Herwin Sudikta kembali menyuarakan analisis tajamnya terkait isu ini yang menurutnya bukan sekadar urusan akademik, melainkan sarat dengan dinamika perebutan pengaruh menjelang kontestasi demokrasi empat tahun mendatang.

Menurut Herwin, perdebatan soal ijazah tersebut sebenarnya menyembunyikan agenda tersirat di mana pihak-pihak tertentu berupaya menggoyang fondasi legitimasi figur sentral untuk menguntungkan posisi rival di peta kekuatan nasional.

Politik Ijazah, siapa sebenarnya yang untung?

Herwin menilai reaksi awal masyarakat yang langsung menyasar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai penggerak utama terlalu terburu-buru dan kurang mendalam, padahal fakta sejarah justru menunjukkan bahwa partai berlambang banteng itu berpotensi menjadi korban terbesar dari eskalasi isu ini.

Lucu ya. Isu ijazah palsu ini dilempar kayak granat, tapi orang langsung main tuding aja ke PDIP.

Padahal kalau dipikir pakai otak yang masih hangat, PDIP justru yang paling babak belur kalau isu ini naik terus.

Herwin menguraikan bahwa dukungan penuh PDIP terhadap Jokowi selama dua masa jabatan presiden menciptakan ikatan strategis yang sulit diputus, sehingga kerusakan citra akan langsung menjalar ke aset politik keluarga yang kini menduduki posisi eksekutif tinggi.

Dua periode mereka usung Jokowi jadi presiden. Sementara di seberang papan catur, ada Demokrat yang kipas-kipas santai.

Penurunan popularitas Jokowi akibat kontroversi ini secara tak terelakkan akan melemahkan fondasi bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang bergantung pada warisan ayahandanya untuk membangun kredibilitas di awal periode pemerintahan.

Karena kalau citra Jokowi makin keropos, otomatis Gibran makin goyah.

Herwin memproyeksikan bahwa ketidakstabilan Gibran di tahun-tahun krusial ini akan membuka peluang lebar bagi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk mengonsolidasikan dukungan dan merebut inisiatif di ajang pilpres mendatang.

Kalau Gibran goyah, kans Ketua Umum Demokrat buat 2029 makin menggemuk.

Lebih dari itu, Herwin menekankan bahwa inti dari narasi ijazah palsu ini adalah soal kelanjutan kekuasaan, di mana yang dipertaruhkan bukanlah selembar kertas gelar, melainkan siapa yang akan mengendalikan kursi eksekutif pusat pada 2029.

Isu ijazah palsu ini bukan tentang pendidikan semata, tapi tentang suksesi. Yang sedang dipertaruhkan bukan ijazah, tapi siapa yang duduk di kursi 2029.

Herwin mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar, karena banyak aktor politik dengan agenda tersembunyi yang sengaja memanipulasi opini publik guna merestrukturisasi aliansi dan kekuatan di panggung nasional menjelang momentum elektoral besar-besaran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved