Repelita Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio turut menyampaikan pandangannya mengenai polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo yang semakin memanas belakangan ini.
Peningkatan suhu perdebatan terjadi setelah polisi menetapkan tiga tokoh publik sebagai tersangka yaitu Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, serta Rismon Sianipar dalam kasus yang sama.
Penetapan status tersangka tersebut membuat isu keabsahan ijazah Jokowi kembali menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan masyarakat luas.
Melalui akun media sosial X miliknya, Hendri Satrio menuliskan komentar yang menekankan bahwa apapun hasil akhir dari proses hukum nanti, catatan sejarah sudah terlanjur tercoreng.
Apapun ujungnya kelak, sejarah telah mencatat ada petinggi negeri yang kelulusannya dipertanyakan, tulis Hendri Satrio pada Jumat 21 November 2025.
Menurutnya, fakta bahwa kelulusan seorang pemimpin negara sampai dipertanyakan publik merupakan warisan buruk yang sulit untuk dibanggakan.
Bukan sejarah yang enak untuk diceritakan ke generasi penerus, tuturnya.
Hendri Satrio berharap agar bangsa ini dapat segera bangkit dari segala polemik dan fokus pada pembangunan kesejahteraan rakyat.
Semoga Negeri ini makin membaik, makmur dan sejahtera rakyatnya, terangnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

