Repelita Jakarta - Pengamat politik Faizal Assegaf mengeluarkan peringatan keras bahwa kegagalan kelompok oposisi untuk membangun konsolidasi yang solid justru semakin membuka jalan lebar bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Pilpres 2029.
Menurut Faizal, tanpa adanya front persatuan yang kuat dari pihak oposisi, Gibran akan dengan mudah menguasai setiap momentum politik yang ada di depan mata.
Sudah saya prediksi bila oposisi gagal berkonsolidasi secara konstruktif maka Gibran makin leluasa bergerak meraih semua momentum, tulis Faizal Assegaf melalui akun X @faizalassegaf pada 24 November 2025.
Ia menilai isu ijazah palsu yang sempat mengemuka ternyata menjadi jebakan paling ampuh yang diciptakan kubu pendukung Jokowi untuk menguras energi dan fokus kelompok kritis.
Terlebih isu ijazah palsu jadi jebakan paling efektif oleh kubu Jokowi menguras kelompok kritis, tegasnya.
Hasilnya Gibran terus melaju menuju kesiapan 2029 bersaing dengan AHY, Puan dan Prabowo, lanjut Faizal dalam cuitan yang sama.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari kader PSI Dedy Nur yang menilai analisis Faizal sangat realistis dan tidak boleh dianggap remeh.
Analisa macam ini tidak bisa diremehkan, balas Dedy Nur di X.
Dedy bahkan memprediksi Gibran berpotensi tampil jauh lebih dominan dibandingkan kandidat-kandidat kuat yang disebutkan Faizal Assegaf.
Bisa jadi memang Gibran Rakabuming Raka akan tampil lebih menonjol dari kandidat yang disebutkan oleh bang Faizal Assegaf, katanya.
Menurut Dedy, salah satu faktor penentu adalah kesibukan oposisi yang lebih sering terjebak dalam narasi-narasi tidak produktif sehingga melemahkan daya tempur mereka sendiri.
Karena oposisi sibuk membangun narasi palsu yang tidak produktif, tandas Dedy Nur.
Keduanya sepakat bahwa peta politik menuju 2029 masih sangat cair, namun posisi Gibran saat ini semakin menguat dan berada di jalur yang sangat menguntungkan untuk menjadi penantang utama di kontestasi mendatang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

