
Repelita Jakarta - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali memuji tinggi perjalanan politik Presiden ke-7 Joko Widodo sebagai teladan bagi masyarakat kecil yang selama ini merasa terpinggirkan dari panggung kekuasaan.
Menurut Ali, kisah Jokowi menjadi bukti nyata bahwa rakyat biasa pun dapat menduduki posisi tertinggi di negeri ini tanpa harus memiliki privilege keturunan, kekayaan berlimpah, maupun partai politik besar.
Kami ingin memberikan cerita, kami ingin memberikan gambaran dan ilustrasi Pak Jokowi, kata Ahmad Ali melalui unggahan resmi PSI di platform X pada 24 November 2025.
Ia menegaskan bahwa PSI ingin terus mengangkat narasi inspiratif Jokowi agar masyarakat kampung memahami bahwa jalan menuju puncak kekuasaan terbuka lebar bagi siapa saja.
Dengan cerita hidup bagi rakyat jelata. Bahwa rakyat jelata yang tinggal di kampung juga bisa jadi seperti Jokowi, sebutnya.
Bisa juga jadi Presiden, tanpa partai politik, tanpa darah biru, tanpa uang yang banyak, tegas Ahmad Ali.
Partai Solidaritas Indonesia belakangan ini memang semakin sering menjadikan perjalanan hidup Jokowi sebagai bahan utama narasi politik mereka di berbagai kesempatan.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Wilayah PSI se-Kepulauan Riau di Batam pada Sabtu 22 November 2025, Ahmad Ali juga mengingatkan seluruh kader agar tidak lagi manja dan bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan.
Ia menekankan bahwa era ketika urusan partai bisa diselesaikan lewat telepon atau hubungan dekat dengan pemerintahan sudah berakhir sejak Jokowi tidak lagi menjabat presiden.
Tidak lagi manja, tidak lagi menggampangkan semua urusan, tidak semata-mata membicarakan sesuatu lewat telepon, ucapnya kepada para kader.
Tapi, kemudian bisa datang melihat kondisi masyarakat, sehingga kemudian bisa merasakan apa sih yang dirasakan masyarakat hari ini. Jadi, tidak semua urusan partai itu lewat telepon dan dibicarakan telepon dan lain-lain, lanjut Ahmad Ali.
Ali mengakui bahwa pada Pemilu 2019 dan 2024, PSI memang banyak mendapat keuntungan politik berkat kedekatan dengan pemerintahan Jokowi, namun kini situasi telah berubah total.
Ia memperingatkan bahwa verifikasi partai politik menuju Pemilu 2029 kemungkinan besar akan jauh lebih ketat, sehingga PSI tidak boleh lagi mengandalkan jalur mudah seperti sebelumnya.
Meski demikian, Ahmad Ali tetap membuka peluang jika situasi politik di era Prabowo Subianto kembali memberikan angin segar bagi perjuangan PSI di masa mendatang.
Nah, bahwa kalau kemudian ternyata dapat referensi dari pemerintah, ya alhamdulillah, tapi kami melatih kader bahwa kami bukan siapa-siapa, pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

