
Repelita Morowali - Peneliti Indonesia Strategic and Defense Studies Edna Caroline mengungkapkan temuan mencolok mengenai keberadaan bandara di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park yang berjalan tanpa pengawasan lembaga negara sejak diresmikan pada 2019.
Fasilitas penerbangan tersebut menjadi bagian dari masalah kebocoran sumber daya alam yang sudah menjadi sorotan sejak kampanye Pilpres 2014.
Prabowo Subianto waktu itu sering menyebut soal bocornya pengelolaan tambang ilegal sebagai salah satu kelemahan sistem.
Kini, instruksi Presiden Prabowo memerintahkan TNI melakukan latihan di wilayah rawan seperti Bangka Belitung dan Morowali untuk memperkuat pengawasan.
Temuan di Morowali justru lebih mengkhawatirkan karena luas kawasan industri mencapai 4.000 hektare dengan bandara pribadi yang tertutup rapat.
Orang dan barang bisa bergerak bebas tanpa melalui prosedur imigrasi atau bea cukai, bahkan aparat keamanan kesulitan memasuki area itu.
Edna menyoroti bahwa kondisi ini berpotensi membuka celah bagi aktivitas mencurigakan termasuk penyelundupan dan pelanggaran kedaulatan ekonomi.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin secara langsung mengonfirmasi fakta tersebut saat meninjau latihan terintegrasi TNI di lokasi pada 20 November 2025.
Ia menekankan prinsip dasar bahwa tidak boleh ada entitas asing yang membentuk wilayah otonom di dalam wilayah Indonesia.
Sjafrie menyatakan perlunya penegakan regulasi ketat untuk memastikan sumber daya alam seperti tambang nikel benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.
Negara harus hadir penuh untuk menjaga harta karun itu demi kesejahteraan bangsa dan memantau segala arus keluar masuk barang.
Editor: 91224 R-ID Elok

