Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ahmad Ali Dibongkar Habis: Dicopot NasDem, Rumah Digerebek KPK, Lari Nyari Suaka ke PSI!


 Repelita Jakarta - Pengamat politik Jhon Sitorus secara terbuka mengungkap rekam jejak Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang belakangan sering menyerang PDI Perjuangan.

Ahmad Ali, 2022 dicopot dari ketua fraksi Nasdem di DPR, tulis Jhon melalui akun X @jhonsitorus_19 pada Selasa (25/11/2025).

Tahun berikutnya posisinya sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem juga dicabut.

2025 rumahnya digeledah KPK, uang, jam dan tas disita. 2025 gabung PSI, lanjut Jhon dalam unggahannya.

Menurut Jhon, perpindahan Ahmad Ali ke PSI hanyalah upaya mencari tempat berlindung dari berbagai masalah hukum yang membayanginya.

Kesimpulannya, orang ini penuh dengan masalah, ditampung partai penuh masalah, tegasnya.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean menilai serangan Ahmad Ali terhadap partainya hanya trik murahan untuk menaikkan popularitas PSI.

Ahmad Ali itu sedang cari sensasi murahan saja untuk terus mengangkat PSI, ujar Ferdinand kepada media pada Minggu (23/11/2025).

Ferdinand menyebut pola tersebut biasa dipakai partai kecil agar tetap eksis di pemberitaan.

Supaya terus ada dalam frame pemberitaan, makanya dia serang NasDem lah, serang PDIP lah, katanya.

Ia juga membantah klaim Ahmad Ali bahwa PDI Perjuangan tidak menghargai Joko Widodo.

Jokowi itu bukan tidak dihargai di PDI Perjuangan, Jokowi itu sangat dihargai, tegas Ferdinand.

Kalau Jokowi tidak dihargai, Jokowi itu tidak akan pernah diusulkan sampai dua periode oleh PDI Perjuangan, tambahnya.

Meski ada kebijakan Jokowi yang tidak sepenuhnya disetujui, PDI Perjuangan tetap memberi ruang agar program pemerintah berjalan lancar.

Jokowi itu sangat mendapat tempat di PDI Perjuangan, makanya banyak kebijakannya yang meski tidak disetujui, tetapi dibiarkan berjalan oleh PDI Perjuangan, jelasnya.

Andaikan Jokowi tidak dihargai, maka PDI Perjuangan sudah tentu memberangus program Jokowi, seperti kereta cepat yang tidak pernah disetujui, lanjut Ferdinand.

Pada akhirnya, Ferdinand menegaskan bahwa serangan Ahmad Ali hanyalah sensasi belaka.

Ya kalau Ahmad Ali merasa Jokowi tidak dihargai PDI Perjuangan, karena Jokowi itu adalah pengkhianat bagi PDI Perjuangan dan tidak perlu dihargai sama sekali, tutupnya.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved