Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Amran Sulaiman Gerebek Lagi: 40 Ton Beras Ilegal Disita di Batam, Petani 115 Juta Hampir Dibunuh Mentalnya!

Repelita Batam - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melakukan penyegelan besar-besaran terhadap masuknya beras ilegal melalui jalur laut di wilayah Kepulauan Riau.

Sebanyak 40,4 ton beras ilegal berhasil diamankan di Pelabuhan Tanjung Sengkuang Batam pada Senin malam 24 November 2025 sebelum kapal pengangkut sempat bersandar sepenuhnya.

Selain beras, aparat juga menyita 4,5 ton gula pasir ilegal, 2,04 ton minyak goreng, 600 kilogram tepung terigu, 900 liter susu cair, 240 botol parfum, 360 bungkus mie instan impor, serta 30 dus produk makanan beku yang semuanya masuk tanpa izin resmi.

Laporan masyarakat masuk melalui kanal Lapor Pak Amran tepat setelah salat Magrib, dan dalam hitungan jam Mentan Amran langsung menggerakkan Pangdam Kepri, Kapolda Kepri, Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, serta Dandim setempat untuk melakukan penyekatan.

Lima orang anak buah kapal kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat penegak hukum sementara seluruh muatan masih dalam status disegel menunggu proses hukum lanjutan.

Mentan Amran menegaskan bahwa jumlah 40 ton bukanlah masalah utama, melainkan efek domino yang dapat meruntuhkan semangat 115 juta petani padi yang sedang giat-giatnya menanam pada musim ini.

Bayangkan jika petani saat ini sedang semangat tanam tiba-tiba impor, bisa pusing 115 juta petani kita nanti.

Pemerintah telah mengeluarkan 19 kebijakan deregulasi besar untuk mempermudah petani, termasuk penurunan harga pupuk hingga 20 persen, penggandaan subsidi pupuk, bantuan alat mesin pertanian, serta kemudahan akses modal.

Stok beras nasional saat ini berada pada posisi sangat aman dengan produksi mencapai 34,7 juta ton menurut BPS dan cadangan Bulog mencapai rekor tertinggi 3,8 juta ton.

Karena itu, masuknya beras ilegal sama sekali tidak dibutuhkan dan justru membahayakan kepercayaan serta kesejahteraan petani dalam negeri.

Kalau mereka (petani) demotivasi dan tidak berproduksi, dampaknya kita akan import lagi.

Mentan Amran menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh aparat TNI, Polri, Bea Cukai, serta pemerintah daerah yang bergerak sangat cepat dalam penindakan kali ini.

Pemerintah akan menelusuri sampai tuntas jaringan pelaku dan jalur penyelundupan yang digunakan agar tidak terulang di masa mendatang.

Indonesia telah menyatakan di forum internasional bahwa tahun 2025 tidak akan ada lagi impor beras resmi dan sedang menuju swasembada pangan secara penuh.

Ini bukan soal regulasi semata, tetapi menyangkut harga diri bangsa dan nasib petani kita. Negara tidak boleh diam.

Meskipun Batam berstatus kawasan perdagangan bebas, kebijakan pangan nasional tetap harus dijunjung tinggi karena beras merupakan komoditas strategis yang menentukan stabilitas harga dan produksi dalam negeri.

Penindakan tegas akan terus dilakukan tanpa kompromi untuk melindungi petani serta menjaga kedaulatan pangan bangsa.

Masyarakat diminta tetap aktif melaporkan setiap indikasi penyelundupan melalui nomor Lapor Pak Amran 0823-1110-9390 demi menutup semua celah masuknya barang ilegal.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved