Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ahmad Ali Sindir Keras Partai Debt Collector: Kader Sukses Langsung Ditagih Mahar, PSI Tolak Total!

Repelita Ternate - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali kembali menyerang keras praktik politik transaksional yang masih marak dilakukan sejumlah partai dengan menagih balas budi mahar atau mengklaim keberhasilan kader sebagai milik partai semata.

Ada partai-partai yang begitu kadernya sukses langsung berubah jadi debt collector. Minta pengakuan, minta balas budi, minta mahar, seolah-olah merekalah yang mencetak pemimpin. Padahal yang mencintai pemimpin itu rakyat, bukan struktur partai, tegas Ahmad Ali dalam Rapat Koordinasi Wilayah PSI Maluku Utara pada Jumat 28 November 2025.

Ia mencontohkan kader PSI Erwin Sutanto yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai sekaligus Ketua DPW PSI Maluku Utara sebagai bukti bahwa keberhasilan lahir dari kerja keras langsung ke masyarakat tanpa paksaan dari partai.

Erwin ini kerja keras, turun ke masyarakat, dan dipercaya rakyat. PSI tidak pernah menagih balik. Karena PSI paham: pemimpin itu lahir dari kerja, takdir, dan restu Allah, bukan hasil klaim sepihak partai, ujarnya di hadapan ratusan kader.

Ahmad Ali juga menyindir partai-partai yang selalu mengambil kredit saat kadernya berhasil namun segera lepas tangan ketika kadernya gagal atau tersandung masalah.

Kalau kadernya sukses, mereka langsung bilang: ‘itu karena kami’. Tapi kalau kadernya gagal, langsung cuci tangan. Jangan begitu. Berbesar hati lah. Belajarlah menghargai mereka yang bekerja dan mengharumkan nama partai, sindirnya.

Ia menegaskan PSI menolak total pola lama yang mengganggu pemimpin terpilih dengan tuntutan setoran atau kewajiban mengakui jasa partai secara berlebihan.

PSI tidak didesain untuk jadi partai tukang tagih. Kalau kader kita jadi bupati, wali kota, gubernur, biarkan dia melayani rakyat. Jangan diganggu dengan setoran, mahar, atau kewajiban mengakui jasa partai setiap lima menit. Itu memalukan, katanya.

Setoran ke partai itu saya tolak mentah-mentah. Saya sudah bicara dengan Pak Jokowi dan Mas Ketum Kaesang. PSI tidak akan ikut-ikutan. Kita bukan pabrik pungutan, tegas Ahmad Ali.

Beberapa kader PSI yang sudah menjadi kepala daerah menurutnya dibanggakan tanpa diikuti tuntutan balas budi apa pun.

PSI berterima kasih dan bangga. Kita tidak menagih pengakuan, tidak meminta mahar. Justru kita belajar dari keberhasilan mereka. Itu baru partai yang sehat, jelasnya.

Ahmad Ali menutup arahannya dengan menegaskan komitmen PSI sebagai partai pembaharu yang membebaskan pemimpin terpilih untuk melayani rakyat tanpa beban utang budi politik.

PSI hadir untuk mencetak pemimpin yang lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kembali pada rakyat. Bukan pemimpin yang tersandera mahar, setoran, atau utang budi palsu. Biarkan partai lain bermain di era lama, PSI tidak akan ikut, pungkasnya di tengah tepuk tangan meriah kader.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved