:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251114_AHMAD-ALI-PSI.jpg)
Repelita Kendari - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali mengaku heran berat mengapa partainya dua kali berturut-turut gagal menembus ambang batas parlemen meski telah memaksimalkan citra Joko Widodo sebagai senjata utama kampanye.
Partai Solidaritas Indonesia secara terang-terangan menjadikan Joko Widodo sebagai figur panutan sekaligus ikon yang terus diusung oleh seluruh jenjang pengurus dan kader dalam setiap aktivitas politik.
Pada dua pemilu terakhir, wajah dan nama Joko Widodo dipasang besar-besaran sebagai daya pikat untuk meraup suara sebanyak mungkin.
Namun hasilnya tetap sama, partai berlambang mawar itu tak pernah berhasil melenggang ke Senayan.
Ahmad Ali menyampaikan keheranannya itu saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Wilayah se-Sulawesi Tenggara di Kendari pada Jumat, 21 November 2025.
Ia secara terbuka mempertanyakan mengapa justru Partai Solidaritas Indonesia yang paling getol memanfaatkan nama Joko Widodo malah selalu ketinggalan.
Sedangkan partai-partai lain yang turut mengangkat citra tokoh sama berhasil lolos dengan mudah.
11 tahun, dua kali pemilu kita tidak lolos. Karena kenapa? Kita selalu membawa-bawa…dua kali kita ikut pemilu, menjual nama Pak Jokowi. Dua kali kita ikut pemilu, memasang foto Pak Jokowi, ucap Ahmad Ali di depan para kader.
Tapi, partai-partai lain, yang membawa Pak Jokowi, semua lolos, hanya PSI yang tidak lolos. Siapa yang bodoh, kita atau mereka, atau partai-partai lain? Siapa? tanyanya dengan nada menantang.
Ahmad Ali dengan tegas menyatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia tidak akan ada artinya tanpa keberadaan nama Joko Widodo sebagai penopang utama.
Menurutnya, rekam jejak partai selama ini memang tak pernah lepas dari bayang-bayang mantan presiden dua periode tersebut.
Ia menyebut Joko Widodo sebagai harta karun yang harus terus dijadikan teladan oleh generasi muda partai.
Ahmad Ali berharap Partai Solidaritas Indonesia mampu melahirkan banyak politisi muda yang mengikuti pola karier Joko Widodo, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Ini pelajaran bagi kalian kader PSI. Ini emas, ini adalah contoh hidup bagi para politisi. Dan kita mau dari Partai Solidaritas Indonesia, akan lahir Jokowi-Jokowi muda, paling tidak di Sulawesi Tenggara, tegasnya.
Ia sangat yakin kelak akan muncul pemimpin muda dari desa dan kampung yang mampu mengulang kesuksesan Joko Widodo dari bawah hingga ke puncak kekuasaan.
Sebelumnya pada 14 November 2025 di Bandung, Ahmad Ali mengklaim telah mendapat komitmen langsung dari Joko Widodo untuk turun gunung membantu Partai Solidaritas Indonesia pada Pemilu 2029.
Pak Jokowi sudah berjanji pada saya, insya Allah beliau akan totalitas berjuang bersama-sama, akan tempur, turun ke lapangan, berjuang bersama-sama membersamai kita untuk memenangkan PSI, ungkap Ahmad Ali saat itu.
Namun ia mengakui kesehatan Joko Widodo saat ini sedang menurun sehingga belum bisa bergerak maksimal.
Karena itu, Partai Solidaritas Indonesia meminta mantan presiden tersebut untuk fokus memulihkan diri terlebih dahulu.
Hari ini beliau kami minta untuk lebih banyak istirahat, memulihkan supaya kondisinya fit 100 persen, jelas Ahmad Ali.
Partai berharap pada tahun 2027 nanti Joko Widodo sudah kembali prima untuk mengantar Partai Solidaritas Indonesia meraih kemenangan besar.
Sehingga nanti 2027 beliau kembali prima seperti biasa. Dan beliau, saya mewakili, betul efek Jokowi itu masih sangat kuat di Indonesia, tutup Ahmad Ali dengan penuh keyakinan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

