Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ramai Hastag Boikot Trans7, Penayangan Soal Ponpes Lirboyo Tuai Kecaman


 Repelita Jakarta - Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 menuai gelombang protes keras setelah menampilkan liputan tentang Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, yang dinilai melecehkan simbol-simbol pesantren dan kiai.

Video tersebut tayang pada 13 Oktober 2025 dan menampilkan narasi yang menggambarkan kehidupan santri secara provokatif dengan kalimat yang dianggap menyesatkan.

Potongan narasi seperti “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok? Kiainya yang kaya raya, tapi umatnya yang kasih amplop” tersebar luas di media sosial dan memicu kemarahan warganet.

Tagar #BoikotTrans7 pun menjadi tren di platform X sejak malam 13 Oktober 2025 hingga pagi 14 Oktober 2025 dengan lebih dari seratus ribu unggahan.

Para santri dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo menilai tayangan tersebut tidak akurat dan mencerminkan ketidaktahuan terhadap tradisi pesantren yang menjunjung tinggi penghormatan, kesederhanaan, dan adab.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras siaran tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga pendidikan Islam.

MUI juga menyerukan kepada stasiun televisi untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan konten yang menyangkut kehidupan keagamaan dan simbol ulama.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf turut menyampaikan keprihatinannya dan menyebut tayangan itu sebagai pelanggaran etika jurnalistik karena memelintir realitas pesantren menjadi bahan sensasi.

Sementara itu, organisasi masyarakat Islam dan jaringan alumni pesantren seperti MP3I menyerukan boikot terhadap Trans7 hingga ada permintaan maaf terbuka dan klarifikasi resmi kepada publik.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengonfirmasi akan memanggil pihak Trans7 untuk dimintai keterangan dan meninjau pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Pihak Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka pada 14 Oktober 2025 melalui akun media sosial resminya.

Dalam pernyataannya, manajemen Trans7 mengakui telah terjadi kelalaian dalam proses penyuntingan dan penayangan yang berimbas pada ketidaknyamanan publik.

Stasiun televisi tersebut berjanji akan meninjau ulang prosedur editorial serta meningkatkan pengawasan terhadap program yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan.

Publik menilai langkah permintaan maaf itu belum cukup dan mendesak adanya dialog terbuka antara pihak Trans7 dengan perwakilan pesantren untuk memulihkan kehormatan lembaga pendidikan Islam.

Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh lembaga penyiaran untuk lebih sensitif terhadap budaya keagamaan dan memastikan setiap tayangan disajikan secara proporsional tanpa menyinggung keyakinan masyarakat. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved