
Repelita Jakarta - Muhammad Ainul Yakin, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sebuah orasi viral di berbagai platform media sosial.
Dalam orasi tersebut, Ainul Yakin melontarkan ancaman keras terhadap para pekerja Trans7 yang dinilai telah menghina tokoh agama Nahdlatul Ulama melalui siaran televisi.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan kader GP Ansor dan Banser, dan terekam dalam video yang diunggah akun X @didah90 pada Senin, 20 Oktober 2025.
“Ini pak Ainul Yakin, Ketua GP Ansor DKI Jakarta yg kebetulan jg Komisaris PT Transjakarta,” tulis akun tersebut.
“Sayang sekali salah satu pejabat publik melakukan ancaman pembunuhan didepan publik seperti ini,” lanjutnya.
Berdasarkan penelusuran, nama Muhammad Ainul Yakin memang tercantum sebagai Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dalam laman resmi perusahaan tersebut.
Selain menjabat sebagai komisaris di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, Ainul Yakin juga disebut memiliki posisi sebagai Tenaga Ahli di Kementerian Agama.
Ia juga dikenal sebagai kader Partai Golkar dan sempat tampil dalam kontestasi politik melalui fraksi tersebut pada Pemilu Legislatif 2024.
Riwayat jabatan yang beragam tersebut membuat Ainul Yakin menjadi figur publik yang cukup dikenal di lingkungan pemerintahan dan organisasi keagamaan.
Namun, orasinya yang mengandung ancaman kekerasan memicu reaksi keras dari masyarakat.
Dalam pidatonya, Ainul Yakin menyampaikan bahwa GP Ansor dan Banser memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan kyai, ulama, dan pondok pesantren.
“Sahabat-sahabat mana Ansor, mana Banser. Salah satu tugas Ansor dan Banser adalah menjaga kyai, ulama, dan pondok pesantren,” ucapnya.
“Apabila ada kyai, ulama kita yang dihina, maka Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan,” lanjutnya.
Ia kemudian melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi luas.
“Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian,” katanya lantang di hadapan massa.
Pernyataan tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan yang menilai bahwa ancaman kekerasan tidak sepatutnya disampaikan oleh seorang pejabat publik.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Muhammad Ainul Yakin terkait pernyataannya yang viral tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

