Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Mirip Gibran, Jokowi Dinilai Bungkam Saat Ditanya Soal Utang Proyek Whoosh

 Prabowo Lawatan Luar Negeri, Jokowi Langsung ke Jakarta Dampingi Gibran -  Poros Jakarta

Repelita Jakarta - Pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinuddin, melontarkan kritik terhadap mantan Presiden Joko Widodo terkait sikapnya yang dinilai menghindari pertanyaan publik mengenai pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh.

Dalam pernyataannya pada Minggu, 19 Oktober 2025, Ahmad menyebut bahwa Jokowi menunjukkan sikap serupa dengan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang juga sempat bungkam saat ditanya soal ujian calon ASN.

“(Jokowi) Mirip Wapres Gibran, yang tak mengeluarkan jawaban saat ditanya tentang ujian calon ASN,” ujar Ahmad.

Ia menilai bahwa proyek kereta cepat yang sebelumnya digadang-gadang sebagai kebanggaan Universitas Gadjah Mada, kini justru menjadi beban berat bagi negara.

Menurut Ahmad, restrukturisasi utang yang dilakukan pemerintah bukanlah solusi, melainkan hanya penundaan kewajiban pembayaran tanpa menghapus utang yang ada.

“Kebanggaan UGM ini, kini menjadi beban Indonesia. Proyek kereta cepat, saat ini bikin ribut karena tak mampu dibayar. Restrukturisasi bukan berarti penghapusan utang (moratorium),” tegasnya.

Ahmad menjelaskan bahwa beban utang tetap ada, hanya jadwal pembayarannya yang diubah, tanpa kejelasan sumber dana untuk melunasinya.

“Itu artinya, beban ini tidak bisa dihilangkan, hanya dikotak-katik jadwal pembayarannya. Lalu, meminjam ungkapan Yusuf Mansur, darimana duitnya?,” ucapnya.

Ia juga menyinggung isu ijazah Jokowi yang menurutnya perlu diselesaikan secara hukum agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.

“Karena itu, kasus ijazah Jokowi harus dituntaskan. Saat terbukti palsu, berarti Jokowi telah menipu seluruh rakyat Indonesia,” tukas Ahmad.

Dalam pandangannya, tanggung jawab atas proyek kereta cepat Whoosh seharusnya ditanggung oleh pihak yang menginisiasi dan menikmati keuntungan dari proyek tersebut.

“Biarkan Jokowi dan Luhut Panjaitan yang menanggung utang kereta cepat Whoosh. Kan itu ide mereka?,” tegasnya.

Ahmad juga mengutip pernyataan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio yang menyebut bahwa pihak yang menggagas dan memperoleh manfaat dari proyek tersebut harus bertanggung jawab atas utang yang ditimbulkan.

“Menurut Agus Pambagio, yang harus bertanggungjawab adalah yang punya ide atau dengan kata lain yang makan duit Whoosh, hingga bikin utang segunung,” Ahmad menuturkan.

Ia menegaskan bahwa rakyat tidak seharusnya dibebani atas proyek yang bukan berasal dari aspirasi mereka sendiri.

“Jadi, suruh saja Jokowi, alumni kebanggaan UGM, yang membayar utang. Jangan rakyat Indonesia. Karena kereta Whoosh ide Jokowi, bukan ide rakyat Indonesia,” kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved