
Repelita Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah bermasalah sejak awal pelaksanaannya, meskipun sebelumnya ia sempat memuji proyek tersebut sebagai tonggak sejarah transportasi modern Indonesia.
Pernyataan terbaru Luhut disampaikan saat menghadiri acara satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dalam kesempatan itu, Luhut mengaku menerima proyek kereta cepat dalam kondisi yang sudah bermasalah ketika ia masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
“Saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya nerima sudah busuk itu barang,” ucap Luhut.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah langsung melakukan audit terhadap proyek tersebut dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk menelusuri berbagai persoalan yang muncul.
Sejumlah pihak sejak awal telah memprediksi bahwa proyek ini akan menghadapi kendala serius, terutama karena kerja sama antar perusahaan yang dijanjikan justru berujung pada ketergantungan terhadap dana APBN.
Kini, setelah dua tahun beroperasi, pihak KCIC harus menanggung kewajiban pembayaran cicilan dan bunga kepada mitra dari Tiongkok.
Luhut menyebut bahwa persoalan utama proyek ini kini berada pada tahap restrukturisasi utang dan menunggu terbitnya Keputusan Presiden sebagai landasan hukum.
Pernyataan Luhut tersebut kontras dengan sikapnya di masa lalu, ketika ia memperkenalkan proyek kereta cepat dengan penuh optimisme.
Dalam peresmian Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Halim pada 2 Oktober 2023, Luhut menyebut proyek tersebut sebagai pencapaian besar dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.
Ia memuji kerja keras pemerintah dalam menyelesaikan proyek ini, meski sempat terhambat oleh berbagai faktor seperti pandemi, pembebasan lahan, dan keterbatasan anggaran.
Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok disebut berhasil meredam keraguan sejumlah pihak terhadap kelayakan proyek tersebut.
Namun, perubahan sikap Luhut terhadap proyek ini memicu respons dari berbagai kalangan, termasuk mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.
Melalui akun X pribadinya pada 17 Oktober 2025, Said Didu menyampaikan kritik tajam terhadap pernyataan Luhut.
“Mulai buang badan,” tulis Said Didu dalam unggahannya menanggapi pengakuan Luhut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

