Repelita Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya pengendalian inflasi dan stabilitas harga sebagai fondasi utama dalam menjaga ketertiban sosial politik dan keberlangsungan kepemimpinan di Indonesia.
Dalam rapat pengendalian inflasi tahun 2025 yang digelar di kantor Kementerian Dalam Negeri pada Senin, 20 Oktober 2025, Purbaya mengaitkan keberhasilan pengendalian harga dengan masa pemerintahan Presiden kedua RI, Soeharto.
Ia menyebut bahwa salah satu faktor yang membuat Soeharto mampu memimpin selama lebih dari tiga dekade adalah kemampuannya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, terutama beras.
“Saya ingin cerita sedikit kenapa inflasi itu penting. Yang pertama, inflasi itu bisa menjaga stabilitas sosial politik. Jadi salah satu rahasia kenapa Pak Harto (Presiden ke-2 Soeharto) bisa bertahan 32 tahun adalah beliau bisa menjaga stabilitas harga beras utamanya yang lain akan ikut harga beras,” ujar Purbaya.
Purbaya juga menambahkan bahwa keberhasilan dalam menjaga harga kebutuhan pokok dapat berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin daerah, termasuk peluang keterpilihan kembali dalam pemilihan berikutnya.
Ia menegaskan bahwa inflasi yang rendah dan stabil menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mendorong Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan demi mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Karena pemerintah waktu itu enggak bisa mengendalikan bank sentral. Jadi cara kita mengendalikan bank sentral adalah mengendalikan inflasi ini. Kalau inflasi bisa terus-terusan 2,5 persen BI yang dipaksa pelan-pelan akan bisa dipaksa menurunkan bunga acuannya ke 3,5 persen,” terang Purbaya.
Secara umum, Purbaya melaporkan bahwa kondisi inflasi di tingkat daerah masih dalam batas terkendali.
Dari 38 provinsi, sebanyak 37 mencatatkan inflasi positif, sementara Maluku Utara mengalami sedikit deflasi.
Ia menyebut bahwa 25 provinsi telah berada dalam rentang target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah.
Purbaya menekankan bahwa sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) harus terus diperkuat untuk menjaga efektivitas kebijakan.
“Karena itu sinergi antara TPIP dan TPID harus terus diperkuat. Kita perlu kebijakan yang terukur dan responsif. Bukan hanya menjaga harga, tapi juga memastikan ketersediaan barang dan kelancaran distribusi. Jadi tugas kita sekarang bukan hanya menahan inflasi tetap rendah, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan pasokan secara berkelanjutan,” jelasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

