Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Pengamat Nilai Prabowo Masih Terikat Pengaruh Jokowi di Tahun Pertama Pemerintahan

 IPO Kritik Perpres / Keterlibatan TNI di Kejaksaan: Ini Degradasi  Kedaulatan Militer - Koma.id

Repelita Jakarta - Masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober ini telah genap satu tahun.

Berbagai pengamat mulai menilai arah pemerintahan Prabowo selama setahun pertama, termasuk dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah.

Dedi menilai Prabowo masih menanggung beban politik dari pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden ketujuh RI, Joko Widodo.

Menurutnya, Prabowo tidak hanya menghadapi warisan politik Jokowi, tetapi juga masih terikat pada pengaruh kekuasaan pendahulunya tersebut.

“Prabowo tidak saja menanggung beban politik Jokowi, tetapi masih terikat dengan kekuasaan Jokowi,” ujar Dedi melalui pesan singkat, Senin, 13 Oktober 2025.

Dedi menjelaskan, situasi itu menyebabkan Prabowo belum sepenuhnya mampu melakukan konsolidasi kekuasaan secara efektif.

Salah satu contoh yang disebutnya adalah kelanjutan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menjadi warisan kebijakan Jokowi.

Selain itu, Dedi juga menyoroti adanya ketegangan internal dalam kabinet yang melibatkan menteri-menteri pilihan Prabowo dengan pihak yang lebih dekat dengan Jokowi.

“Perseteruan Menkeu pilihan Prabowo dengan BUMN menunjukkan masih adanya ego sektoral antara kubu Prabowo dan Jokowi,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi menilai Prabowo seharusnya sudah mampu menyelesaikan konsolidasi politik di tahun pertama pemerintahannya.

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah membentuk kabinet yang sepenuhnya bebas dari loyalis pemerintahan sebelumnya.

“Prabowo seharusnya membuat kabinetnya bebas dari tokoh tinggalan Jokowi agar ia leluasa dan tidak dibayang-bayangi post power syndrome-nya Jokowi,” tegas Dedi.

Namun, Dedi memandang hal tersebut sulit tercapai dalam waktu singkat.

Ia menilai pada tahun kedua pemerintahan Prabowo, konsolidasi kekuasaan masih akan terus berjalan karena pengaruh politik Jokowi belum sepenuhnya hilang dari struktur kabinet.

“Situasi yang ada saat ini rasanya sulit tercapai. Tahun kedua masih memungkinkan terjadinya konsolidasi kekuasaan, terlebih jika sebagian anggota kabinet belum sepenuhnya loyal pada Presiden,” ujar Dedi.

Sebagai informasi, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.

Setelah dilantik, Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih yang berisi 49 menteri dan 10 kepala lembaga atau badan setingkat menteri.

Pada 20 Oktober 2025 mendatang, duet Prabowo-Gibran resmi menandai satu tahun masa kepemimpinannya di pemerintahan Republik Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved