Repelita Jayapura - Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Lampu Merah Lingkaran Abepura hingga Jalan Gerilyawan, Rabu (15/10), menyisakan luka bagi sejumlah warga dan pedagang kecil.
Bukan hanya akibat semburan gas air mata, tetapi juga karena lapak dan barang dagangan mereka rusak, dijarah, bahkan dibakar oleh massa yang bertindak anarkis.
Misrun (48), salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan es dawet di sekitar lokasi, mengaku mengalami kerugian besar setelah gerobak miliknya ditarik paksa oleh peserta aksi.
Ia menyaksikan sendiri alat jualannya dijadikan benda untuk melempar aparat keamanan sebelum akhirnya dibakar.
Dengan suara lirih, Misrun hanya bisa pasrah atas nasib yang menimpanya. Niatnya untuk mencari rezeki halal berubah menjadi hari penuh duka. “Tidak sangka saja kok bisa seperti ini.
Rugi banyak saya,” ucapnya sambil menatap sisa puing gerobaknya yang hangus.
Sejumlah pedagang lain di kawasan Abepura juga mengalami hal serupa. Mereka mengaku kehilangan seluruh perlengkapan berdagang mulai dari meja, kursi, hingga stok barang. Beberapa di antara mereka bahkan tak lagi memiliki modal untuk kembali berjualan.
Kerusuhan itu diketahui terjadi saat Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua (AMPPTAP) menggelar aksi di kawasan Lingkaran Abepura.
Awalnya berjalan damai, namun berubah ricuh ketika massa mulai melempari aparat dan merusak fasilitas umum di sekitar lokasi.
Aparat keamanan terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Situasi semakin kacau karena banyak warga dan pedagang terjebak di tengah kepulan asap.
Sebagian besar pedagang kecil terpaksa meninggalkan barang dagangan mereka demi menyelamatkan diri.
Pasca kejadian, petugas gabungan dibantu warga membersihkan puing-puing sisa bentrokan di sepanjang Jalan Gerilyawan. Beberapa lapak tampak hangus dan jalanan dipenuhi sisa pembakaran.
Hingga kini, sebagian pedagang masih trauma dan memilih tidak berjualan untuk sementara waktu.
Pihak kepolisian menyatakan akan menindak tegas pelaku perusakan dan penjarahan yang terjadi saat aksi berlangsung.
Sementara itu, para pedagang berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu mereka memulihkan usaha yang hancur akibat insiden tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

