Repelita Pelaihari - Aksi lima wanita yang membuat konten makan atau mukbang di atas mobil pikap yang sedang melaju di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, menuai perhatian publik. Aksi berbahaya itu berakhir dengan panggilan dari pihak kepolisian setelah videonya viral di media sosial.
Kasatlantas Polres Tanah Laut, Iptu Aditya Dikav, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada Rabu, 15 Oktober 2025, terkait beredarnya video berdurasi lebih dari satu menit yang menampilkan para wanita tersebut. Video itu memperlihatkan mereka duduk santai di atas bak mobil terbuka sambil menikmati makanan di jalan raya.
Setelah menerima laporan, Satlantas Polres Tanah Laut langsung menelusuri akun media sosial yang mengunggah video tersebut. Dalam waktu singkat, identitas para pelaku berhasil diketahui dan mereka kemudian dipanggil ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi.
“Betul, kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengirimkan link video dimaksud. Setelah ditelusuri, pemilik akun kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Aditya saat dikonfirmasi pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Dalam pemeriksaan, para wanita itu mengaku tidak bermaksud membuat keresahan publik. Mereka menyebut hanya ingin membuat konten hiburan tanpa menyadari bahayanya bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Menurut Aditya, tindakan tersebut sangat berisiko karena dilakukan di atas kendaraan yang sedang bergerak. Jika terjadi sedikit saja kesalahan, nyawa mereka bisa terancam.
Sebagai bentuk penegakan hukum dan pembelajaran bagi masyarakat, polisi menilang kendaraan yang digunakan untuk membuat konten tersebut. Penindakan dilakukan berdasarkan Pasal 303 junto Pasal 137 Ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Selain penilangan, pihak kepolisian juga meminta para pelaku untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Mereka diminta memahami pentingnya keselamatan berkendara serta etika dalam membuat konten di ruang publik.
“Kami berharap hal ini menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya agar tidak meniru tindakan serupa. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas,” tegas Aditya.
Setelah memberikan klarifikasi, kelima wanita tersebut tampak menyesali perbuatannya. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada publik di hadapan petugas dan berjanji tidak akan lagi membuat konten berisiko di jalan raya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

