Repelita Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono membantah keras isu yang beredar di media Israel mengenai rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Israel.
Sugiono menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan hanya merupakan propaganda yang tidak berdasar.
“Ini media Israel kan mengeluarkan propaganda bahwa Presiden Prabowo akan ke Israel dan itu sudah kami bantah. Sekarang mereka keluar lagi dengan berita baru, seolah Presiden Indonesia batal ke Israel karena marah. Itu sama sekali tidak benar,” tegas Sugiono.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tidak pernah memiliki agenda atau rencana kunjungan ke Israel.
Seluruh kegiatan Presiden selama kunjungan luar negeri difokuskan pada acara resmi kenegaraan dan penandatanganan kerja sama yang sudah dijadwalkan jauh hari.
“Buktinya kita pulang hari ini, ya kan? Tidak ada rencana ke Israel dari awal. Tidak ada marah-marah, tidak ada perubahan agenda. Semua berjalan sesuai rencana,” katanya.
Sugiono menambahkan bahwa isu semacam ini kerap dimunculkan oleh media asing untuk menciptakan persepsi politik tertentu terhadap Indonesia.
Ia meminta publik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi dari sumber yang tidak kredibel.
“Saya tidak tahu apakah itu bisa disebut propaganda atau tidak tapi yang jelas dari awal tidak ada rencana ke Israel,” jelasnya.
“Semua fokus pada acara resmi, bukan urusan lain,” tegasnya.
Ia menegaskan tidak pernah ada rencana seperti itu sejak awal, apalagi kabar bahwa Presiden marah karena pemberitaan tersebut.
Sugiono menyebut tudingan itu sebagai propaganda media asing.
Sebelumnya, beberapa media Israel sempat menulis bahwa Presiden Indonesia dikabarkan akan berkunjung ke Israel untuk membahas hubungan bilateral.
Namun laporan tersebut langsung dibantah oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI dan Istana, yang menyebut informasi itu tidak sesuai kenyataan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

