![]()
Repelita Jakarta — Pertemuan antara Roy Suryo dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat yang dijadwalkan pada Kamis, 16 Oktober 2025, batal terlaksana. Roy menyatakan pembatalan terjadi secara mendadak karena Wamen harus menghadiri agenda lain di DPR RI.
Informasi tersebut diterima Roy saat mendatangi kantor Kemendikdasmen bersama ahli digital forensik Rismon Sianipar dan advokat Kurnia Tri Royani.
“Pak Wamen ingkar janji. Wamen tiba-tiba menyatakan ada acara di DPR,” ujar Roy pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Meski gagal bertemu langsung dengan Wamen, Roy tetap memperoleh sejumlah informasi dari pejabat Kemendikdasmen, yakni Eko Susanto selaku Sekretaris Ditjen PAUD Dikdasmen dan Anang Ristanto sebagai PPID Utama Kemendikdasmen.
Roy mengungkapkan bahwa Eko Susanto telah mengubah pernyataan sebelumnya terkait data pendidikan Gibran Rakabuming Raka. Menurut Roy, Eko menyebut Gibran memiliki dua rapor dari Orchid Park Secondary School untuk kelas 10 dan 11, yang ditafsirkan Roy sebagai setara dengan dua tahun jenjang SMA.
Namun, Roy menyatakan bahwa keterangan tersebut kembali dikoreksi oleh pihak Kemendikdasmen. Ia menjelaskan bahwa Orchid Park Secondary School merupakan jenjang SMP ditambah satu tahun, sehingga Gibran hanya menjalani pendidikan setara kelas 1 SMA di sana. Pihak Kemendikdasmen juga menyebut adanya sertifikat O-Level sebagai hasil dari pendidikan tersebut.
Roy menyayangkan Kemendikdasmen tidak dapat menunjukkan dokumen pendukung secara langsung. Ia menyebut akses terhadap dokumen hanya dapat dilakukan melalui putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Selain itu, Roy menyebut Eko kembali mengubah keterangan mengenai kelanjutan pendidikan Gibran di luar negeri. Eko menyampaikan bahwa Gibran melanjutkan pendidikan di UTS Insearch, Australia, pada jenjang kelas 11 dan 12 SMA.
Namun, menurut Roy, pernyataan tersebut bertentangan dengan Surat Keputusan penyetaraan SMA yang diterbitkan oleh Kemendikbud. Ia menyebut catatan resmi Kemendikbud menunjukkan bahwa durasi pendidikan Gibran di luar negeri hanya berlangsung selama satu tahun, sehingga tidak sesuai dengan keterangan sebelumnya.

