Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ainun Najib Tanggapi Aksi Oknum Banser yang Dinilai Ancam Nyawa Kru TV: Separuh Awal Oke, Separuh Akhirnya Provokatif

 

Repelita Gresik - Praktisi teknologi informasi Ainun Najib memberikan tanggapan terkait aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama.

Sebagai tokoh Nahdlatul Ulama, Ainun menyampaikan penilaiannya melalui akun media sosial X pada 17 Oktober 2025.

Dia mengungkapkan bahwa separuh bagian awal dari aksi tersebut berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Namun bagian akhir dari unjuk rasa dinilainya menimbulkan kesan yang berpotensi memicu provokasi di masyarakat.

Ainun berharap organisasi kepemudaan tersebut dapat lebih menahan diri dalam menyampaikan aspirasi.

Dia menekankan pentingnya bertindak secara terukur dan memperhatikan dampak sosial dari setiap aksi.

Dalam pernyataannya, Ainun kemudian membandingkan dengan aksi yang dilakukan Himpunan Alumni Santri Lirboyo.

Kelompok tersebut sebelumnya melakukan unjuk rasa di kantor stasiun televisi Trans7 dengan cara yang tertib.

Ainun menilai pendekatan yang dilakukan Himasal lebih terarah dan tidak menimbulkan gejolak.

Dia mengingatkan agar situasi sosial politik saat ini tidak mengarah pada konflik seperti masa lalu.

Pernyataan ini merujuk pada peristiwa sejarah yang terjadi di Banyuwangi tahun 1998 dan Madiun 1948.

Sebelumnya, manajemen Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf resmi kepada Pondok Pesantren Lirboyo.

Permintaan maaf tersebut dituangkan dalam surat bernomor 399/DSMA-PR/25 tertanggal 14 Oktober 2025.

Surat itu ditandatangani oleh Renny Andhita selaku Kepala Departemen Programming Trans7.

Andi Chairil sebagai Direktur Produksi PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh juga ikut menandatangani.

Dalam surat tersebut, manajemen mengakui adanya keteledoran dalam proses produksi program Xpose Uncensored.

Mereka menyadari tayangan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pesantren.

Trans7 berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konten program yang ditayangkan.

Mereka berkomitmen untuk tidak menayangkan pemberitaan tentang pesantren dalam program yang tidak relevan.

Stasiun televisi ini juga menyatakan akan menghormati nilai-nilai luhur pesantren ke depan.

Mereka berharap permohonan maaf ini dapat diterima sebagai bentuk itikad baik.

Manajemen Trans7 ingin menjaga marwah lembaga pendidikan keagamaan khususnya pesantren.

Surat tersebut menjadi respon atas kecaman publik terhadap program yang dinilai menyinggung pesantren.

Insiden ini menjadi pembelajaran bagi industri media dalam memproduksi konten sensitif.

Pesantren Lirboyo sendiri merupakan lembaga pendidikan Islam ternama di Kediri, Jawa Timur.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved