Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] Warga Gaza Terjepit di Tengah Serangan Israel dan Robot Peledak, Krisis Kemanusiaan Memburuk

 Warga Palestina yang mengungsi meninggalkan Kota Gaza pada malam hari, memulai perjalanan panjang ke selatan di jalan pesisir al-Rashid, pada 18 September 2025.

Repelita Gaza City - Pasukan Israel melancarkan serangan dari dua arah ke jantung Gaza City, memaksa ribuan warga sipil bergerak ke arah barat menuju pesisir al-Rashid.

Serangan dari barat laut dan tenggara menciptakan tekanan ganda yang menjebak penduduk di tengah kepungan militer.

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menyatakan kepada Reuters bahwa pasukan infanteri, tank, dan artileri yang didukung angkatan udara sedang bergerak ke pusat kota untuk menekan kelompok Hamas.

Di Nuseirat, reporter Al Jazeera melaporkan bahwa serangan terhadap kawasan padat penduduk telah memicu kepanikan massal.

“Warga benar-benar berlari menyelamatkan diri,” ujarnya.

Warga Gaza menyebut serangan berlangsung tanpa jeda, melibatkan drone, jet tempur, dan kendaraan tak berawak yang dipenuhi bahan peledak.

Menurut sumber medis lokal, sedikitnya 40 orang tewas pada Kamis.

Data dari Biro Statistik Palestina menunjukkan sekitar 740.000 orang, atau 35% dari populasi Gaza, masih bertahan di bagian utara.

Namun, jumlah tersebut diperkirakan akan menurun seiring meningkatnya intensitas serangan dan runtuhnya layanan dasar.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa jalur kehidupan terakhir Gaza City kini berada di ambang kehancuran.

OCHA menuduh Israel secara sistematis menghalangi masuknya bantuan, termasuk menutup perlintasan Zikim dan melarang sejumlah bahan pangan.

Di luar Gaza City, sedikitnya 10 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel di wilayah lain.

Militer Israel melaporkan empat tentaranya gugur dalam operasi di Rafah.

Kantor HAM PBB (OHCHR) mengecam serangan udara Israel yang dinilai mengabaikan prinsip hukum internasional dalam membedakan antara kombatan dan warga sipil.

Para ahli HAM memperingatkan bahwa ofensif ini akan berdampak apokaliptik bagi penyandang disabilitas yang kesulitan mengakses bantuan dan tempat perlindungan.

Dewan Keamanan PBB menggelar pemungutan suara atas resolusi gencatan senjata.

Meskipun didukung oleh 14 dari 15 anggota, Amerika Serikat menggunakan hak veto untuk menolak resolusi tersebut.

Resolusi itu menyerukan penghentian serangan, pembebasan sandera, dan pencabutan pembatasan bantuan.

Duta Besar Inggris untuk PBB, Barbara Woodward, menyebut ekspansi militer Israel sebagai tindakan ceroboh yang menjauhkan dunia dari kesepakatan damai dan pembebasan sandera.

Menurut data otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 65.000 warga Gaza telah tewas sejak konflik meletus pada Oktober 2023.

Dengan tidak adanya zona aman dan bantuan yang terus terhambat, krisis kemanusiaan di Gaza memasuki fase paling kelam.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved