Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

52 Remaja Yahudi Dikeluarkan dari Pesawat karena Berisik

foto

Repelita Madrid - Maskapai penerbangan asal Spanyol, Vueling Airlines, menjadi sorotan setelah mengambil keputusan menurunkan puluhan remaja Yahudi dari salah satu penerbangannya yang berangkat dari Valencia menuju Paris pada Rabu pekan lalu.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Prancis yang meminta penjelasan atas dugaan tindakan diskriminasi berdasarkan agama.

Pimpinan Vueling, Carolina Martinoli menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan internal menyeluruh untuk memastikan alasan penurunan penumpang tersebut benar-benar sesuai prosedur.

Ia juga memastikan hasil pemeriksaan internal akan dilaporkan kepada otoritas terkait di Prancis maupun Spanyol sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

Kasus ini bermula ketika sekitar 52 penumpang Yahudi yang sebagian besar masih berusia 10 hingga 15 tahun, serta seorang direktur perkemahan musim panas yang berusia 21 tahun, diturunkan dari pesawat sesaat sebelum keberangkatan.

Media Israel dan sejumlah warganet menduga insiden ini terjadi karena para penumpang muda itu kedapatan menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Ibrani di dalam kabin pesawat.

Namun, pihak Vueling dengan tegas membantah tuduhan antisemitisme.

Dalam keterangan resminya, maskapai menyebut keputusan menurunkan puluhan penumpang tersebut diambil murni atas dasar keselamatan penerbangan.

Perusahaan menjelaskan bahwa kelompok tersebut ditengarai berperilaku tidak tertib, bahkan sempat mengganggu peralatan darurat pesawat serta tidak mengindahkan arahan kru kabin.

Selain itu, mereka juga dianggap mengacaukan jalannya demonstrasi keselamatan penerbangan yang wajib dilakukan sebelum pesawat lepas landas.

Setibanya di terminal, sebagian anggota rombongan masih bersikap agresif hingga satu orang akhirnya diamankan pihak berwenang akibat melawan aparat.

Menanggapi kabar ini, Federasi Komunitas Yahudi Spanyol pun angkat bicara dan menyatakan keprihatinan mendalam.

Mereka meminta Vueling bersikap transparan dengan membuka seluruh bukti dokumentasi terkait insiden tersebut untuk menjawab dugaan tindakan diskriminasi.

Pihak maskapai menegaskan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Prancis dan Spanyol guna menuntaskan penyelidikan yang kini masih berjalan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved