Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

PDIP Bicara Kriminalisasi: Kasus Korupsi Segede Gajah Malah Lewat

 

Repelita Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyoroti praktik kekuasaan yang menurutnya sering meraih kemenangan dengan cara-cara yang tidak wajar, salah satunya dengan merekayasa aturan dasar negara dan menekan pihak lawan.

Djarot menegaskan bahwa sah-sah saja memiliki keinginan untuk berkuasa maupun menjadi kaya, tetapi ia menekankan bahwa jalan untuk meraih keduanya harus dilakukan secara benar dan tidak melenceng dari aturan yang seharusnya dijaga.

Ia menyebut bahwa kekuasaan yang dibangun melalui rekayasa konstitusi dan tindakan intimidasi justru akan mencederai demokrasi.

Menurutnya, kondisi semakin buruk ketika pihak-pihak yang berbeda pendapat justru ditekan bahkan dikriminalkan dengan sengaja dicari-cari kesalahannya agar dapat dijebloskan ke penjara.

Hal ini disampaikan Djarot ketika berpidato dalam diskusi mengenang peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Minggu 27 Juli 2025.

Djarot juga menyinggung kasus hukum yang menimpa mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Menurutnya, penanganan perkara keduanya penuh tanda tanya karena terkesan hanya menjadi ajang pemburuan kesalahan yang dipaksakan.

Ia membandingkan kasus tersebut dengan banyaknya kasus korupsi besar yang justru lolos dari jeratan hukum meski skala kerugian negara sangat besar.

Djarot mencontohkan kasus minyak goreng, kasus jet pribadi, serta proyek-proyek infrastruktur di beberapa daerah yang dinilai merugikan keuangan negara dalam jumlah sangat besar tetapi tidak disentuh aparat penegak hukum.

Ia pun mengibaratkan penegakan hukum sekarang seperti pepatah lama, gajah di pelupuk mata tidak terlihat, sementara kutu di seberang pulau tampak jelas.

Diskusi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Kudatuli, insiden penyerangan Kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 di tengah konflik internal antara kubu Megawati Soekarnoputri dan Soerjadi.

Peristiwa tersebut memicu kerusuhan di Jakarta dan menjadi salah satu pemicu lahirnya gerakan reformasi pada 1998.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved