![]()
Repelita Jakarta – Isu "matahari kembar" mencuat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih mengunjungi kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo. Fenomena ini memicu spekulasi tentang adanya figur kedua yang memimpin selain Presiden Prabowo.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang juga menjabat sebagai Menko PM, mengaku belum mendengar isu tersebut. Ia menegaskan bahwa kunjungan para menteri ke rumah Presiden Jokowi hanya sebagai bentuk silaturahmi Idul Fitri dan tidak ada agenda politik di baliknya.
Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang hadir dalam acara halal bihalal di rumah Cak Imin, menanggapi isu tersebut dengan santai. Saat ditanya mengenai "matahari kembar", Dasco berkelakar bahwa yang ada saat ini adalah "bulan", bukan matahari.
Presiden Jokowi juga memberikan tanggapan terkait isu ini. Ia menegaskan bahwa "matahari hanya satu", merujuk pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Jokowi menilai kunjungan para menteri ke rumahnya sebagai hal yang wajar dan bagian dari silaturahmi, bukan sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan ganda.
Menanggapi beredarnya isu tersebut, Presiden Prabowo Subianto menghubungi Cak Imin melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, Prabowo menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dan meminta para menterinya untuk terus merapatkan barisan, menegaskan komitmen terhadap soliditas kabinet.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, juga menegaskan bahwa tidak ada isu "matahari kembar" dalam Kabinet Merah Putih. Ia memastikan bahwa seluruh pembantu presiden tetap loyal dan tegak lurus terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai bahwa isu "matahari kembar" yang merujuk pada kepemimpinan Prabowo dan pengaruh Jokowi tidak akan mengancam negara. Ia menyarankan agar semua pihak fokus pada tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan pemerintahan.
Dengan berbagai respons dari tokoh-tokoh terkait, isu "matahari kembar" di pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan dinamika politik yang berkembang. Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim adanya kepemimpinan ganda dalam pemerintahan. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

