
Repelita, Jakarta 12 Desember 2024 – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, memberikan peringatan kepada dua tokoh senior partai, Jusuf Kalla (JK) dan Agung Laksono, terkait perseteruan memperebutkan jabatan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). Idrus meminta mereka untuk menunjukkan solidaritas dan kebersamaan sebagai panutan bagi generasi berikutnya.
Menurut Idrus, konflik yang melibatkan JK dan Agung tidak mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan Partai Golkar. Ia menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang baik antar kader, serta distribusi posisi yang adil sesuai prinsip partai. Idrus menekankan bahwa perseteruan seperti ini seharusnya tidak sampai ke tingkat tuntutan hukum.
Idrus juga berharap kedua tokoh tersebut dapat memberikan contoh positif kepada kader muda Partai Golkar. Ia menyatakan bahwa partai memiliki prinsip solidaritas sosial, kebersamaan, dan komunikasi terbuka yang harus dijaga.
Sementara itu, Agung Laksono menyatakan bahwa ia akan segera mendaftarkan hasil Munas tandingan PMI ke Kementerian Hukum dan HAM. Dalam Munas tersebut, Agung terpilih sebagai Ketua PMI periode 2024-2029. Agung menjelaskan bahwa Munas tandingan ini muncul akibat kekecewaan sejumlah pengurus PMI yang merasa aspirasi mereka tidak dihargai di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla.
Di sisi lain, Jusuf Kalla terpilih kembali sebagai Ketua Umum PMI untuk periode 2024-2029 setelah proses pemilihan dilakukan secara aklamasi dalam sidang pleno kedua Munas PMI. Mayoritas peserta Munas dari seluruh provinsi di Indonesia memberikan dukungan penuh kepada Kalla untuk melanjutkan kepemimpinan.
Idrus Marham berharap agar dinamika ini dapat diselesaikan secara internal tanpa harus mempengaruhi nama baik organisasi sosial seperti PMI. Ia menegaskan bahwa semua kader Golkar harus mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, komunikasi, dan distribusi posisi yang adil sesuai prinsip partai.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

