Berita, Nasional

[VIRAL] Lagi Heboh! Amien Rais Sebut Setkab Teddy Penyuka Sesama Jenis, Komdigi Murka

Repelita.net

02 May 2026 16:23 WIB • 1,194 view

[VIRAL] Lagi Heboh! Amien Rais Sebut Setkab Teddy Penyuka Sesama Jenis, Komdigi Murka
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Publik tengah dihebohkan oleh pernyataan kontroversial Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang menuding Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai penyuka sesama jenis.

Video pernyataan tokoh reformasi itu diunggah melalui kanal YouTube Amien Rais Official pada Kamis, 30 April 2026, dan langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

ADVERTISEMENT

Dalam tayangan berdurasi sekitar delapan menit tersebut, Amien dengan lantang menyampaikan opini yang mengaitkan Teddy Indra Wijaya dengan isu orientasi seksual yang dinilai tidak pantas.

"Berdasarkan pendapat dan opini masyarakat yang bisa kita pantau, ternyata Teddy itu seorang gay," kata Amien Rais dalam video yang kini sudah tidak dapat diakses lagi.

Video yang sempat diberi judul "Jauhkan Istana dari Skandal Moral" itu menampilkan sejumlah pernyataan lain yang dinilai menyerang pribadi pejabat negara.

Amien menyebut hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya telah melampaui batas relasi kerja biasa antara kepala negara dan pejabat kabinet.

Ia juga menyinggung nama mantan istri Prabowo, Titiek Prabowo, yang dinilainya pernah melontarkan sindiran melalui sebuah lagu terkait hubungan tersebut.

"Engkau tinggalkan aku demi laki-laki bernama Teddy," ujar Amien mengutip lirik lagu yang ia maksud dalam pernyataannya.

Lebih jauh lagi, Amien dengan tegas mendesak Presiden Prabowo untuk melepaskan Teddy dari jabatan Sekretaris Kabinet.

"Saya usulkan, Bapak Prabowo secara kesatria, tegas dan meyakinkan, melepaskan diri dari lendotannya si Teddy," ucap Amien Rais.

Ia bahkan mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pemerintahan Prabowo bisa bubar di tengah jalan jika persoalan moral ini tidak segera diselesaikan.

"Sesungguhnya saya ikut malu, membicarakan kedua orang ini. Saya khawatir, pemerintahan Prabowo bubar di tengah jalan," kata Amien dalam video yang viral tersebut.

Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital langsung murka dan memberikan respons keras terhadap penyebaran video kontroversial tersebut.

Komdigi menyatakan telah mengidentifikasi konten tersebut sebagai video yang memuat narasi fitnah, serangan personal, serta pembunuhan karakter terhadap kepala negara.

Pemerintah menilai pernyataan Amien Rais sama sekali tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menciptakan kegaduhan serta perpecahan di tengah masyarakat.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah Hoaks, Fitnah serta mengandung Ujaran Kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat Pimpinan Tertinggi Negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian dari upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," demikian bunyi siaran pers Komdigi.

Kementerian tersebut pun dengan tegas menyinggung Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE sebagai landasan hukum untuk bertindak.

Komdigi mengingatkan bahwa pasal 27A dan pasal 28 ayat 2 dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 mengatur sanksi bagi siapapun yang membuat, menyebarkan, atau mentransmisikan konten hoaks dan ujaran kebencian.

"Komdigi akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Siapapun yang membuat dan ikut mendistribusikan dan/atau mentransmisikan video tersebut secara sadar telah melakukan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU ITE No. 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2)," kata Komdigi dalam pernyataan resminya.

Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat, produktif, dan aman dari konten-konten destruktif seperti video yang diunggah Amien Rais tersebut.(*)[VIRAL] Netizen Pertanyakan Klaim Hoaks Komdigi atas Video Amien Rais

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung