Repelita Jakarta - Jagat virtual di platform Indonesia Threads kembali dihebohkan oleh respons masif dari para pengguna internet terhadap aksi berani seorang anak yang menyampaikan pandangan kritisnya di ruang terbuka.
ADVERTISEMENT
Sejumlah komentar digital merekam rasa kagum sekaligus kekhawatiran atas keberanian kelompok usia muda tersebut dalam mengevaluasi jalannya program strategis milik pemerintah.
Ulasan dari publik siber ini terpantau ramai menghiasi lini masa media sosial tersebut pada hari Sabtu (31/10/2026).
Apresiasi mendalam dialamatkan oleh para netizen yang memandang kemampuan komunikasi anak tersebut melampaui rata-rata pejabat publik saat ini.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @over_4orty yang menuliskan rasa kekagumannya terhadap kecakapan berbicara sang anak.
"Dek,,dek bisa Gak Kamu ambil freelance di Kementrian gitu, at least ngajarin si Bapak ibu menteri dan juga jongosnya Rakyat lainnya untuk lebih bisa menerapkan Ilmu Public Speaking Yang lebih baik dan Lugas kayak Kamu . Kamu keren banged , the next Ketua BEM Universitas ternama Di Indonesia . Jaga Adek ini, jangan sampek Ada KangBaso lewat pake Kode "ting ting ting" sambil bawah HT." tulis akun @over_4orty dalam komentarnya.
Tanggapan positif mengenai orisinalitas serta ketegasan penyampaian aspirasi tersebut juga disuarakan oleh pengguna internet lainnya di utas yang sama.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan secara natural dalam ruang interaksi virtual oleh akun @ardana_tam.
"Kerennnn, no cut, no edit, narasi yang tegas jelas dari awal sampai akhir.. semoga suara rakyat tersampaikan 🔥🔥" tulis akun @ardana_tam pada hari Sabtu (31/10/2026).
Kekaguman netizen bahkan turut menyeret nama jurnalis senior yang kerap dikenal dengan ketajaman ulasannya di media massa nasional.
Pernyataan perbandingan tersebut dibagikan kembali dalam kolom tanggapan oleh akun @over_4orty.
"Mbak Najwa kemana ya... ? Dia melongo melihat Adek ini" cetus akun @over_4orty yang bertindak sebagai pembuat utas.
Di sisi lain, apresiasi juga mengalir seiring rasa keprihatinan terhadap sikap acuh tak acuh sebagian generasi muda atas pemborosan makanan dalam pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Pandangan kritis mengenai realitas sosial di lapangan tersebut diuraikan secara terbuka oleh akun @dyavee.
"Hallo dek, respect sama kamu yang berani bersuara seumur itu. Tapi sayang, lebih banyak anak² yang tidak peduli meski melihat makanan MBG dibuang buang" tulis akun @dyavee memberikan komentarnya.
Dukungan moral bagi kesehatan serta keselamatan sang anak agar terus konsisten mengawal jalannya kebijakan negara turut dipanjatkan oleh warga net.
Ungkapan rasa terima kasih tersebut disematkan dalam bentuk pesan digital oleh akun @bobdylan8904.
"Tks dek, telah berani tuk bersuara... Adek punya kepedulian tuk menilai program MBG ...Ok,mantap. Sehat selalu yah dek." tulis akun @bobdylan8904 pada Sabtu (31/10/2026).
Selain memberikan pujian, sebagian masyarakat maya mencoba menawarkan jalan keluar taktis guna menyikapi laporan insiden kesehatan yang sempat muncul di beberapa daerah akibat pelaksanaan program pangan tersebut.
Rekomendasi mengenai pemilahan wilayah operasional berdasarkan tingkat kepatuhan penyedia jasa katering diuraikan secara rinci oleh pengguna platform.
Pandangan solutif tersebut diutarakan melalui tulisan bebas oleh akun @asyraf_chafunk.
"Yang sering keracunan stop MBGnya tp sekolah yg tidak pernah keracunan sama sekali MBG ttp jalan mungkin itu solusinya. karna tiap² SPPG ada yg amanah ada jg yg khianat.." tulis akun @asyraf_chafunk menutup diskusi di ruang siber tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads