Repelita Jakarta - Kehadiran seorang wanita bernama Sari dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada hari Kamis, 29 Oktober 2026 mendadak memicu perbincangan luas di ruang publik.
ADVERTISEMENT
Identitas serta latar belakang Sari mulai dikulik oleh warganet setelah pengguna akun media sosial @afiergyosa memberikan kesaksian bahwa dirinya mengenali wanita tersebut sebagai mantan asisten rumah tangga dari kerabatnya sekitar dua tahun lalu.
Netizen di dunia maya pun mempertanyakan validitas status kepesertaan Sari dalam kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, aparat TNI-Polri, serta figur publik Raffi Ahmad dan selebritas internet Willie Salim tersebut.
Isu dugaan adanya mobilisasi massa bayaran kian ramai diperbincangkan setelah beredar luas rekaman dokumen visual dari unggahan video berkala yang ditayangkan oleh kanal YouTube Tribunnews pada hari Jumat, 30 Oktober 2026.
Tayangan tersebut menyoroti tangkapan layar status WhatsApp kontak Sari Putri Laundri yang memperlihatkan dua lembar kertas berlogo Polda Metro Jaya berisi teks Deklarasi Pemuda-Pemudi Indonesia.
Sebelum saluran komunikasinya dinonaktifkan secara sepihak, akun media sosial pribadi @kimsari_1709 yang diduga milik Sari sempat memberikan rilis pernyataan klarifikasi tertulis guna membantah tudingan manipulasi identitas kepada warganet.
Dalam pembelaan digitalnya, Sari menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melakukan kebohongan melainkan diminta secara langsung oleh oknum kepolisian untuk meminjam jas almamater kampus sekaligus membacakan lembar teks deklarasi pada agenda itu.
Hingga informasi ini disampaikan, pihak penyelenggara dari Polda Metro Jaya maupun figur publik yang hadir belum memberikan rilis tanggapan resmi demi memverifikasi kebenaran klaim Sari terkait pengadaan atribut tersebut (*)
Editor: 91224 R-ID Elok