Berita, Nasional

Dino Patti Djalal Kritik M Lutfi Karena Sering Serang Singapura Netizen Malah Pertanyakan Nasionalisme Mantan Dubes

Repelita.net

31 October 2026 00:43 WIB • 89 view

Dino Patti Djalal Kritik M Lutfi Karena Sering Serang Singapura Netizen Malah Pertanyakan Nasionalisme Mantan Dubes
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Ruang publik siber kembali dihangatkan oleh diskursus hubungan bilateral pascaterbitnya pandangan kritis dari figur mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.

ADVERTISEMENT

Tokoh diplomasi nasional tersebut melayangkan sorotan tajam yang diarahkan secara spesifik kepada sikap mantan Menteri Perdagangan, M. Lutfi.

Pernyataan bernada teguran terbuka itu diunggah melalui akun resmi di platform media sosial Threads pada hari Jumat (30/10/2026).

Langkah Dino Patti Djalal menguliti perubahan arah pandangan kolega lamanya tersebut langsung memicu perhatian masif dari puluhan ribu pasang mata warganet.

Dalam takarir digitalnya, ia menilai rangkaian argumentasi yang dilayangkan oleh mantan Mendagri tersebut terhadap negara tetangga terkesan berlebihan serta dilakukan secara terus-menerus.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan rekam jejak kemitraan strategis yang pernah dibangun bersama pada masa kepemimpinan nasional terdahulu.

Ia mengenang momen kedekatan kerja saat keduanya masih berada di bawah naungan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kala itu, sang kolega dinilai bertindak sangat aktif dalam menginisiasi berbagai program kerja sama perdagangan serta investasi dengan pihak Singapura.

Pergeseran cara pandang yang drastis ini diakui membuat sang diplomat senior merasa heran dan mempertanyakan motif di balik konsistensi serangan tersebut.

Ia pun menyematkan harapan agar sang mantan menteri senantiasa berada dalam kondisi yang baik di tengah pusaran dinamika publik.

Cuitan terbuka dari tokoh berlatar belakang luar negeri ini seketika memantik gelombang arus balik respons dari para pengguna internet.

Alih-alih menyepakati pandangan diplomatik tersebut, ruang interaksi siber justru dipadati oleh berbagai argumen bernada pembelaan terhadap aksi penyerangan kebijakan luar negeri itu.

Sebagian masyarakat maya menilai sikap kritis terhadap negara tetangga merupakan bentuk kesadaran baru atas kerugian ekonomi yang dialami Indonesia.

Tanggapan berseberangan tersebut salah satunya disampaikan secara natural di kolom digital oleh akun @rintho_naibaho.

"Ya Krn pak Lutfi sudah sadar pak, nah anda koq blm sadar jg .. kebijakan selama ini Indonesia banyak dirugikan Singapura you know Dino" tulis akun @rintho_naibaho pada Jumat (30/10/2026).

Selain persoalan relasi internasional, riuh komentar warganet turut melebar pada pengungkapan kembali rekam jejak perkara hukum masa lalu yang pernah melibatkan sang mantan menteri.

Sebagian akun mencoba mengaitkan perdebatan ini dengan memori publik terkait penanganan kasus komoditas minyak sawit mentah oleh kejaksaan.

Pertanyaan retoris mengenai keterkaitan figur birokrat dengan penanganan perkara di tingkat penegak hukum diulas oleh akun @veigh08.

"M Lutfi ini yg pernah diperiksa kasus CPO ya?jaman jampidsusnya Febri yg skrg jadi tersangka jg kasus pemerasan bukan??" tulis akun @veigh08 dalam diskusinya pada Jumat (30/10/2026).

Ulasan bernada konfirmasi atas ingatan publik mengenai rentetan penanganan sengketa korporasi tersebut langsung diamini oleh pengguna internet lain.

Sebuah penegasan singkat disematkan dalam ruang percakapan virtual oleh akun @andreanlim_.

"Yess betul" tulis akun @andreanlim_ pada hari Jumat (30/10/2026).

Sentimen negatif terhadap konsistensi pembelaan kepentingan asing di ruang siber juga terus menggelinding dan menyasar posisi sang mantan dubes.

Masyarakat digital mempertanyakan nasionalisme tokoh publik yang dinilai lebih condong menyuarakan kepentingan stabilitas kawasan dibanding kerugian domestik.

Sindiran menohok perihal arah keberpihakan tersebut dilontarkan secara gamblang oleh akun @bayu.arjuka.

"Saya yang bingung sama bapak, kenapa terus2an memihak negara lain??" tanya akun @bayu.arjuka di kolom komentar.

Ketegangan argumentasi di platform Threads ini ditutup oleh komentar pedas yang mengaitkan fenomena saling serang antar-elite dengan status integritas masing-masing figur.

Sentilan terakhir yang menyudutkan kredibilitas moral para pelaku diskusi di ruang publik tersebut dilemparkan oleh akun @thevoxopposita.

"Karena yang ngomong terduga maling juga" tulis akun @thevoxopposita mengakhiri jalannya debat siber pada Jumat (30/10/2026).(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung