Berita, Nasional

Sebut video bocor Budi Arie Sengaja, Islah Bahrawi cium sinyal kecewa Jokowi ke Prabowo dan Gibran

Repelita.net

15 September 2026 22:09 WIB • 403 view

Sebut video bocor Budi Arie Sengaja, Islah Bahrawi cium sinyal kecewa Jokowi ke Prabowo dan Gibran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dugaan mengenai video pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait percepatan Pemilu 2029 yang tersebar secara sengaja disampaikan oleh Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi.

Dugaan tersebut diperkuat oleh Islah Bahrawi karena Budi Arie Setiadi tampak mengutarakan gagasan percepatan momentum politik tersebut persis berada di samping Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Pengamatan terhadap bahasa tubuh para tokoh di dalam rekaman tersebut mengindikasikan adanya unsur kesengajaan saat momentum itu diabadikan hingga akhirnya beredar luas ke tengah publik.

"Kalau melihat dari gestur mereka, ini disengaja, saya kira iya (bocor juga disengaja)," kata Islah dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Bisik-Bisik Percepatan Pemilu, Siapa Mengusik' di iNews, Selasa (15/9/2026).

Sudut pengambilan gambar pada rekaman video itu dinilai sama sekali tidak menunjukkan teknik perekaman secara tersembunyi karena posisi kamera menyorot tajam ke arah tokoh utama.

"Perekaman itu menurut saya bukan candid, karena betul-betul mengarah kepada Budi Arie," ujar Islah.

Sikap dari Joko Widodo yang terpantau sama sekali tidak memberikan sanggahan atau penolakan sewaktu mendengarkan ucapan tersebut turut menjadi bahan analisis Islah Bahrawi.

"Di situ ada Pak Jokowi yang tidak memperlihatkan gestur yang tidak ada resistance terhadap pernyataan Budi Arie," katanya.

Indikasi mengenai adanya pesan terselubung dalam dinamika politik ini berpotensi berkaitan erat dengan rasa ketidakpuasan Joko Widodo terhadap arah pemerintahan Prabowo Subianto.

"Jadi kalau menurut saya mungkin ada semacam kekecewaan mungkin, dari Pak Jokowi, mungkin, terhadap Pak Prabowo terkait kebijakan-kebijakan yang mungkin tidak tidak segaris dengan apa yang dibangun oleh Pak Jokowi pada masanya. Itu yang pertama. Yang kedua mungkin bagaimana treatment terhadap Gibran selaku Wapres yang seolah-olah mungkin tidak tidak punya peran apa-apa," ujarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung