Berita, Nasional

Sebut reshuffle menteri sekadar balsem kanker ekonomi, Lukas Luwarso sentil kabinet gemuk dan Rocky Gerung

Repelita.net

15 September 2026 21:28 WIB • 499 view

Sebut reshuffle menteri sekadar balsem kanker ekonomi, Lukas Luwarso sentil kabinet gemuk dan Rocky Gerung
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Evaluasi mendalam terhadap perombakan jajaran kabinet khususnya pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa dipandang belum menyentuh akar permasalahan mendasar perekonomian nasional.

Pengamat media dan politik Lukas Luwarso menilai perombakan pejabat fiskal tersebut tidak akan mampu menyelesaikan krisis ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

Pernyataan menohok tersebut disampaikan Lukas saat menjadi pembicara dalam program Abraham Samad SPEAK UP yang diunggah di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Selasa (15/9/2026).

Ibarat penanganan medis, langkah pergantian figur menteri dipandang sebatas pemberian obat luar tanpa mengobati sumber penyakit yang merusak organ dalam.

Kebijakan perombakan susunan pejabat dinilai murni langkah kosmetik guna meredam gejolak publik sementara waktu tanpa membenahi kerangka beban keuangan negara.

Kondisi fiskal negara saat ini digambarkan sedang mengidap penyakit mematikan yang membutuhkan tindakan medis berskala besar dan menyeluruh.

"Pergantian jabatan ini ibarat balsem semata, sementara kanker ekonominya sendiri tetap ada dan tidak ditangani secara menyeluruh dari akarnya," ujar Lukas dalam diskusi bersama Abraham Samad.

Faktor utama yang disinyalir memperparah beban keuangan negara yakni struktur birokrasi serta postur kabinet pemerintahan yang terlampau jumbo.

Banyaknya jumlah menteri beserta wakil menteri berisiko tinggi menyedot dana APBN hanya untuk membiayai operasional dan administrasi lembaga semata.

Di tengah tekanan penerimaan negara yang kian berat, efisiensi anggaran serta perampingan struktur organisasi dinilai sebagai solusi mutlak yang harus diambil pemerintah.

Penghematan nyata pada jajaran birokrasi dipandang sebagai kunci utama guna menyehatkan fiskal nasional dan menghindarkan Indonesia dari ancaman krisis perekonomian.

Lukas Luwarso turut melayangkan kritik keras terhadap deretan intelektual publik dan akademisi yang dinilainya mulai kehilangan independensi serta daya kritis.

Pengamat politik senior Rocky Gerung disentil secara terbuka karena dinilai menunjukkan kecenderungan memberikan penyesuaian atau dukungan tanpa koreksi mendalam terhadap kebijakan penguasa.

Peran strategis kelompok intelektual seharusnya tetap berada di luar lingkaran kekuasaan demi menjalankan fungsi kontrol sosial secara konsisten dan independen.

Apabila kalangan akademisi ikut memberikan legitimasi tanpa pertimbangan objektif, maka kepentingan publik luas terancam terabaikan demi kompromi politik semata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung