Repelita Teheran - Isu perpecahan di tubuh pemerintahan Iran kembali mencuat setelah Presiden Masoud Pezeshkian diklaim mengancam akan memecat Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Media independen Iran International melaporkan pada Kamis, 30 April 2026, bahwa Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf turut serta dalam tekanan terhadap Araghchi karena dinilai terlalu patuh kepada Garda Revolusi Iran (IRGC).
ADVERTISEMENT
Kemarahan Pezeshkian dan Ghalibaf dipicu oleh perilaku Araghchi yang menjalankan instruksi Komandan IRGC Ahmad Vahidi dalam pembicaraan mengenai program nuklir tanpa melaporkan perkembangan terbaru kepada presiden selama dua pekan terakhir.
Para sumber yang mengetahui dinamika internal ini mengatakan bahwa menteri luar negeri tersebut dinilai kurang memposisikan diri sebagai pejabat eksekutif yang bertanggung jawab kepada presiden.
Mereka menganggap Araghchi justru bertingkah laksana ajudan Komandan Vahidi yang hanya menurut begitu saja tanpa memedulikan rantai komando pemerintahan yang sah.
“Pezeshkian merasa kesal dan tidak puas dengan kinerja Araghchi dan akan memecatnya jika hal serupa kembali terjadi di masa depan,” demikian bunyi laporan yang dikutip pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Klaim mengenai retaknya hubungan di antara pejabat tinggi Republik Islam itu sebenarnya sudah mulai mencuat sejak sebulan sebelumnya tepatnya pada 28 Maret 2026.
Laporan dari sumber yang sama menunjukkan adanya perbedaan pendapat serius antara Pezeshkian dan Vahidi terkait penanganan perang serta konsekuensinya terhadap perekonomian nasional.
Sumber-sumber yang mengetahui persis perseteruan tersebut mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan berasal dari strategi militer yang dinilai terlalu agresif dan berdampak destruktif pada mata pencaharian masyarakat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengonfirmasi adanya keretakan di kubu lawannya tersebut melalui pernyataan yang dilontarkan dalam konferensi pers pada akhir April 2026.
“Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinan mereka sangat tidak terkoordinasi,” ujar Trump menanggapi situasi internal Iran.
“Dan dengan demikian, mereka semua ingin membuat kesepakatan, tapi mereka semua kacau,” kata Trump merujuk pada kekacauan internal yang menghambat proses negosiasi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok