Berita, Nasional

Budiman Sudjatmiko Cs Diusir dari UGM, Heru Subagia: Sangat Tragis dan Memalukan

Repelita.net

16 June 2026 21:23 WIB • 894 view

Budiman Sudjatmiko Cs Diusir dari UGM, Heru Subagia: Sangat Tragis dan Memalukan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Kagama Cirebon, Heru Subagia, menyoroti insiden pengusiran Budiman Sudjatmiko dan jajaran Kabinet Prabowo-Gibran di lingkungan Universitas Gadjah Mada sebagai fenomena sosial yang memprihatinkan.

Ia menilai kejadian tersebut merupakan refleksi nyata atas krisis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah yang kini semakin dalam di kalangan akademisi.

ADVERTISEMENT

“Kejadian mengerikan dan sangat memalukan ketika perwakilan Kabinet Prabowo-Gibran hadir di sekitar UGM menghadiri diskusi,” ujar Heru, Selasa (16/6/2026).

Heru menekankan bahwa penolakan oleh mahasiswa bukanlah sebuah tindakan spontan tanpa alasan, melainkan akumulasi kekecewaan terhadap kinerja para pejabat negara.

“Dan, menjadi keharusan mahasiswa UGM membubarkan,” tegasnya merujuk pada ketegasan sikap mahasiswa yang tidak lagi menaruh hormat kepada perwakilan pemerintah.

Ia pun menyayangkan ruang dialog yang seharusnya menjadi tempat pertukaran ide intelektual justru berakhir dengan perlakuan yang tidak terhormat bagi para tamu dari pihak eksekutif.

“Hingga dalam sebuah acara yang secara logika adalah dialog bertukar pikiran, ide, dan gagasan, antara mahasiswa dan wakil pemerintahan, pada akhirnya dihinakan sehina-hinanya dengan dibubarkan oleh mahasiswa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Heru menilai kondisi tersebut membuktikan bahwa pemerintah telah kehilangan legitimasi serta jati diri di hadapan masyarakat dan gerakan mahasiswa.

“Karenanya, kejadian ini dengan diusirnya Budiman Sudjatmiko Cs, pemerintah dan instansinya sudah kehilangan jati diri,” papar Heru dalam keterangannya.

Ia mengkritik kehadiran pemerintah di kampus yang kini lebih banyak dipersepsikan sebagai infiltrasi atau propaganda politik daripada upaya membangun komunikasi yang sehat.

“Tapi justru mahasiswa menganggap sebagai infiltrasi dan juga propaganda yang dipaksakan untuk mencampuri kemerdekaan intelektual,” ungkapnya.

Dalam analisisnya, Heru memberikan atensi khusus pada sosok Budiman Sudjatmiko yang dulunya dikenal sebagai aktivis radikal pembela rakyat, namun kini justru berseberangan dengan semangat mahasiswa.

“Sangat tragis ketika Budiman Sudjatmiko hadir di tempat kelahirannya dan diusir hingga dihinakan sehina-hinanya,” tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung