Berita, Nasional

BEM Bersatu Bongkar Dugaan Penunggang Politik di Balik Aksi Mahasiswa Penolak Program Makan Bergizi Gratis

Repelita.net

16 June 2026 22:40 WIB • 950 view

BEM Bersatu Bongkar Dugaan Penunggang Politik di Balik Aksi Mahasiswa Penolak Program Makan Bergizi Gratis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aliansi BEM Bersatu membongkar dugaan adanya keterlibatan mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, di balik aksi demonstrasi mahasiswa yang gencar menolak Program Makan Bergizi Gratis belakangan ini.

Gerakan tersebut dicurigai telah disusupi kepentingan politik praktis serta difasilitasi oleh jejaring tokoh tertentu untuk tujuan yang bukan berasal dari murni aspirasi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengungkapkan kecurigaan tersebut bermula dari penggunaan fasilitas mewah oleh pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, yang ditengarai memiliki hubungan keluarga dengan sang purnawirawan.

“Kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDIP, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi,” ujar Rahmat Djimbula, Selasa (16/6/2026).

Temuan tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran pimpinan aksi mahasiswa itu dalam forum Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung bersama tokoh-tokoh oposisi serta purnawirawan yang bersangkutan.

“Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung (18 Juni 2026) bersama sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati,” imbuhnya.

Rahmat menyayangkan mengapa kelompok aksi tersebut justru menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai target utama penolakan, padahal program tersebut sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pertama, kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat. Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, Program MBG yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan,” tegas Rahmat.

Menyikapi hal tersebut, BEM Bersatu secara tegas menyatakan sikap untuk tidak membiarkan gerakan mahasiswa dimanfaatkan oleh segelintir elite politik demi kepentingan perebutan kekuasaan.

“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung