Repelita Beijing - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyerukan agar semua pihak segera menerapkan gencatan senjata dan menghentikan perang di kawasan yang melibatkan Iran sebagai prioritas utama penyelesaian konflik saat ini.
Pernyataan tegas itu disampaikan Wang Yi dalam konferensi pers mengenai arah kebijakan diplomasi serta hubungan luar negeri China yang berlangsung di Beijing pada hari Minggu.
Ia menekankan bahwa eskalasi perang hanya akan memperparah ketidakstabilan keamanan regional sekaligus memicu dampak krisis yang lebih luas hingga ke tingkat global.
Posisi prinsip kami terhadap masalah Iran dapat diringkas dalam satu kalimat yaitu gencatan senjata dan penghentian perang. Seperti pepatah orang China kuno senjata adalah alat pembawa malapetaka tidak boleh digunakan tanpa pertimbangan matang ujar Wang Yi.
Kondisi Timur Tengah semakin memanas pasca serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 yang menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta ratusan korban sipil lainnya.
Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan melalui drone dan rudal balistik yang mengincar target di Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk.
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran dunia atas risiko konflik berkembang menjadi perang regional berskala besar.
Wang Yi menegaskan bahwa perang bukanlah jalan keluar yang tepat untuk mengatasi perselisihan berkepanjangan di kawasan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa catatan sejarah Timur Tengah secara konsisten membuktikan kekuatan militer hanya memperdalam permusuhan serta memunculkan persoalan baru yang lebih rumit.
Perang juga yang tidak membawa manfaat bagi pihak mana pun. Sejarah Timur Tengah berulang kali mengungkapkan kepada dunia bahwa kekuatan militer bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah pertempuran senjata hanya akan menambah kebencian baru dan menumbuhkan krisis baru jelas Wang Yi.
China mendesak penghentian segera seluruh aksi militer di kawasan guna mencegah penyebaran konflik lebih jauh serta menghindari keterlibatan wilayah lain di Timur Tengah.
Wang Yi menyatakan penanganan isu Iran dan masalah terkait Timur Tengah harus berpijak pada lima prinsip mendasar yang pertama adalah penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara.
Kedaulatan keamanan serta keutuhan wilayah Iran dan negara-negara di kawasan Teluk harus dihormati dan tidak boleh dilanggar tegasnya.
Prinsip kedua menolak penggunaan kekerasan berlebihan karena pendekatan militer kerap gagal memberikan penyelesaian jangka panjang dan malah menimbulkan penderitaan bagi warga sipil tak berdosa.
Kepalan tangan yang keras tidak berarti kebenaran juga keras dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba. Sering kali menggunakan kekuatan bukanlah bukti kekuatan diri sendiri dan rakyat tidak boleh menjadi korban tak berdosa dari perang tambah Wang Yi.
Prinsip ketiga menekankan non-intervensi dalam urusan dalam negeri sehingga nasib kawasan Timur Tengah harus ditentukan oleh negara-negara setempat tanpa campur tangan pihak luar.
Urusan Timur Tengah seharusnya diputuskan sendiri oleh negara-negara di kawasan. Merancang revolusi dan melakukan pergantian rezim tidak akan mendapat dukungan rakyat ungkap Wang Yi.
China juga menegaskan penyelesaian melalui jalur politik serta diplomasi dengan dialog yang setara sebagai instrumen utama mengatasi perbedaan kepentingan.
China sejak dulu berpendapat bahwa perdamaian harus dijunjung tinggi. Semua pihak harus secepat mungkin kembali ke meja perundingan menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang setara dan berupaya mewujudkan keamanan bersama tambah Wang Yi.
Prinsip terakhir menyoroti peran negara besar yang harus memanfaatkan pengaruhnya untuk mendukung perdamaian bukan memperkeruh situasi.
China memiliki pepatah kuno lain bila kebajikan dan keadilan tidak dijalankan maka situasi menyerang dan bertahan akan berubah. Negara besar semestinya menjunjung keadilan menempuh jalan yang benar dan lebih banyak menyumbangkan energi positif bagi perdamaian dan pembangunan Timur Tengah tambah Wang Yi.
Sebagai mitra strategis bagi sejumlah negara di Timur Tengah China menyatakan kesiapan aktif berkontribusi dalam upaya menjaga stabilitas kawasan serta mempromosikan Inisiatif Keamanan Global.
Dengan pendekatan tersebut China berharap ketegangan dapat segera mereda sekaligus membuka ruang bagi perdamaian serta stabilitas yang lebih kokoh dan berkelanjutan di Timur Tengah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

