Repelita Jakarta - Jurnalis asal India Brijmohan Singh yang menjabat kepala Sadhna Plus News menjadi perbincangan luas setelah mengklaim kerusakan parah terjadi di Israel akibat serangan rudal Iran.
Singh menyatakan pemerintah Israel menerapkan sensor ketat terhadap media dan warganya sehingga informasi mengenai lokasi serta bangunan yang rusak akibat hantaman rudal sulit dipublikasikan.
Ia membagikan pengamatan tersebut melalui potongan video yang viral di media sosial setelah kembali ke India usai meliput kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Israel.
Singh bersama beberapa jurnalis India lainnya sempat terjebak di Israel karena pembatalan penerbangan akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat Israel dan Iran.
Menurut pengakuannya serangan rudal Iran menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai wilayah Israel termasuk area yang dilindungi bunker bawah tanah sedalam sekitar tiga puluh meter.
Saat rudal menghantam itu tidak membedakan apakah Anda seorang India atau Israel kata Singh.
Orang-orang berpikir bunker memberikan jaminan keamanan tapi saya melihat orang-orang menderita bahkan jauh di bawah tanah ujarnya.
Singh juga menuding adanya pembatasan berat terhadap liputan jurnalis selama konflik berlangsung sehingga tidak diizinkan merekam korban tewas atau terluka serta mengunjungi rumah sakit untuk verifikasi jumlah korban.
Kami tidak boleh mengambil gambar dari yang tewas atau terluka dan kami tidak boleh pergi ke rumah sakit katanya sambil menyebut detail lokasi serta korban dirahasiakan otoritas.
Ia mencontohkan beberapa kasus di mana laporan resmi hanya menyebut satu korban jiwa padahal saksi mata mengatakan satu keluarga tewas akibat rudal Iran.
Singh mempertanyakan efektivitas sistem pertahanan udara Israel karena rudal Iran kerap menghantam tanpa sirene peringatan terlebih dahulu.
Orang-orang bilang Israel memiliki teknologi canggih tapi di satu pagi pernah tidak ada sirene sama sekali dan rudal tiba-tiba menghantam tuturnya.
Pada Kamis pekan lalu Iran dilaporkan meluncurkan rudal klaster yang menyebarkan bom kecil di Tel Aviv sehingga pecahan rudal jatuh di pusat kota dan sekitarnya.
Channel 12 Israel melaporkan kebakaran besar serta kerusakan material parah akibat serangan tersebut di beberapa titik di dalam dan luar Tel Aviv.
Menurut laporan Mehr News Agency pada Jumat 6 Maret 2026 sebagian Bandara Ben Gurion di Tel Aviv terbakar setelah dihantam rudal balistik Iran.
Beberapa media Israel mempublikasikan foto dan video yang memperlihatkan kobaran api serta kerusakan signifikan di lokasi tersebut.
Selama serangan malam itu sirene berbunyi keras di Tel Aviv dan wilayah tengah Israel sementara warga diarahkan tetap berada di tempat perlindungan.
Haaretz melaporkan serangan Iran menyebabkan kerusakan berat pada beberapa gedung di area tengah Israel dengan sistem pertahanan udara Israel dan Amerika Serikat gagal mencegat rudal-rudal tersebut.
Yedioth Ahronoth menyebut gelombang panik melanda Tel Aviv setelah intersepsi gagal pada malam itu.
Pada Jumat 6 Maret 2026 Korps Garda Revolusi Iran mengumumkan gelombang ke-22 Operasi True Promise 4 dengan merilis video peluncuran rudal Khorramshahr 4 Kheibar dan Fattah ke arah Israel.
Washington Post melaporkan Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran mengenai posisi aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah sejak konflik dimulai.
Sumber anonim menyebut bantuan itu mencakup lokasi kapal serta jet tempur Amerika Serikat dan terlihat sebagai upaya komprehensif.
Tujuan Rusia membantu Iran masih belum jelas meski ada dugaan terkait balasan atas dukungan Iran dalam konflik Ukraina.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

