Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Trump Syok Besar-besaran: Iran Nekat Serang Banyak Negara, Perang Meluas di Luar Perkiraan

 

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kaget dengan serangan balasan dari Teheran karena konflik dan adu rudal jadi menyebar ke beberapa negara.

Ia mengaku tidak menyangka bahwa IRGC berani melakukan serangan sampai membuat konflik melebar ke sejumlah negara di kawasan Teluk.

Presiden Amerika Serikat itu awalnya merasa Iran tidak akan berani menyerang negara di luar Israel karena sudah hidup berdampingan sejak lama.

"Sebut saja mereka netral kan mereka hidup bersama untuk waktu yang lama saya pikir mereka terkejut saya juga terkejut saya pikir begitu dan sekarang negara-negara itu semua berperang melawan mereka dan berperang dengan sangat keras melawan mereka," katanya.

"Suatu hari nanti mereka akan menulis sebuah cerita dan mereka akan mengatakan mengapa mereka melakukan itu tetapi mereka menyerang negara-negara yang tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang terjadi mereka seperti meninggalkan segalanya tiba-tiba mereka memiliki rudal di sana," sambung Trump.

Lebih lanjut Trump kemudian memberikan penjelasan soal asal mula konflik Iran Israel dan Amerika Serikat dimulai saat negosiasi beberapa waktu lalu.

Dari hasil negosiasi Trump mengambil kesimpulan sepihak bahwa IRGC akan melakukan penyerangan sehingga ia memilih menyerang duluan bersama dengan Israel.

Trump menyebut Israel lebih dulu menyatakan diri siap menyerang Teheran dan membantah Amerika Serikat menjadi pihak yang mendorong Israel melakukan penyerangan.

"Mereka akan menyerang duluan saya sangat yakin akan hal itu dan kami memiliki negosiator hebat orang-orang hebat orang-orang yang melakukan ini dengan sangat sukses dan telah melakukannya sepanjang hidup mereka dengan sangat sukses dan berdasarkan cara mereka saya pikir mereka akan menyerang duluan dan saya tidak menginginkan itu."

Sementara itu Iran terus melancarkan aksi balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika di Timur Tengah dan kawasan Israel melalui Operasi Janji Setia 4.

Serangan dengan sandi Operasi Janji Setia 4 ini menjangkau lebih banyak target musuh dengan kekuatan besar demikian disitat dari laman TasnimNews pada Rabu 4 Maret 2026.

"Angkatan bersenjata Iran memberikan pukulan berat dan telak kepada pangkalan musuh dan pusat-pusat sensitif dan strategis di wilayah tersebut," kata seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Sebelumnya Korps Garda Revolusi Islam juga mengumumkan peluncuran gelombang ke-16 operasi tersebut terhadap target di kawasan Timur Tengah.

Angkatan Udara IRGC melakukan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap target di wilayah yang diduduki zionis Israel sebagai bentuk pembalasan.

Operasi True Promise 4 atau Janji Setia 4 menandai respons signifikan dari pasukan militer Teheran terhadap agresi berkelanjutan rezim Zionis dan Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC melaporkan bahwa sebanyak 650 personil militer Amerika tewas atau dalam kondisi luka parah.

Dilansir dari kanal berita TasnimNews Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini mengatakan ratusan prajurit Amerika itu terkena serangan dalam dua hari pertama operasi pembalasan Iran berlabel True Promise 4.

Mereka tak berdaya ketika pasukan IRGC menargetkan pangkalan dan kapal perang Amerika di seluruh wilayah Timur Tengah.

True Promise 4 mencakup serangan rudal dan drone terhadap aset angkatan laut AS dan markas militer di Bahrain sebagai target operasi.

IRGC juga mengklaim aksi balasan ini memaksa mundurnya kapal induk USS Abraham Lincoln dari perairan pesisir Iran setelah terkena serangan.

Mohammad Naeini juga mengkonfirmasi bahwa pasukan IRGC telah menimbulkan kerugian besar pada instalasi militer Amerika di wilayah Teluk Persia.

"Dalam dua hari pertama perang 650 tentara Amerika tewas atau terluka," kata Jenderal Naeini dalam pernyataannya pada Rabu 4 Maret 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan laporan ini tentu akan dibantah oleh musuh karena wajar bagi Amerika untuk menyangkal atau menyembunyikan korban jiwa ini.

Namun Jenderal Naeni menekankan bahwa intelijen Iran dan laporan medan perang telah mengkonfirmasi jumlah korban tersebut secara akurat.

Naeini bahkan merinci bahwa rudal dan drone Iran telah berulang kali menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Dalam salah satu serangan 160 personel AS tewas atau terluka ketika pasukan Iran menargetkan fasilitas militer Amerika yang penting di negara tersebut.

Selain itu kapal pendukung tempur MST Angkatan Laut AS mengalami kerusakan parah setelah terkena rudal angkatan laut Iran menurut laporan tersebut.

Juru bicara IRGC itu juga mengungkapkan bahwa angkatan lautnya telah meluncurkan empat rudal jelajah ke USS Abraham Lincoln.

Kapal induk tersebut berada sekitar 250 hingga 300 kilometer di lepas pantai Chabahar di Iran tenggara saat menjadi target serangan.

Setelah serangan tersebut kata Naeini kapal induk itu melarikan diri ke arah Samudra Hindia bagian tenggara untuk menghindari serangan susulan.

Operasi True Promise 4 menandai respons signifikan dari pasukan militer Teheran terhadap agresi berkelanjutan oleh rezim zionis dan AS terhadap rakyat Iran.

Sejumlah laporan menyebutkan AS mulai menarik personel militer dari beberapa pangkalan di Timur Tengah termasuk pangkalan udara Al-Udeid di Qatar.

Penarikan sekitar 1.000 pasukan juga dikabarkan terjadi setelah rencana serangan AS bocor ke publik beberapa waktu sebelumnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved