![]()
Repelita Jakarta - Ribuan jemaah umrah mengalami kendala perjalanan serius setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menyebabkan penutupan wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah.
Penutupan ruang udara itu langsung mengganggu operasi maskapai penerbangan di kawasan Teluk serta rute internasional yang melintasi wilayah tersebut.
Akibatnya banyak jemaah umrah terjebak di bandara-bandara transit utama seperti Doha Dubai dan Bahrain tanpa bisa melanjutkan perjalanan ke Jeddah atau Madinah.
Maskapai besar di kawasan Teluk segera mengambil langkah pembatalan penangguhan atau pengalihan penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang.
Emirates mengonfirmasi sejumlah penerbangan mengalami gangguan karena penutupan wilayah udara Uni Emirat Arab dan menyarankan penumpang memeriksa status secara berkala.
Etihad Airways menyatakan beberapa penerbangan dibatalkan sementara yang lain mengalami penundaan panjang akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Flydubai melaporkan penerbangan dialihkan kembali ke bandara asal atau dibatalkan setelah pembatasan ruang udara diberlakukan di Dubai.
Qatar Airways menangguhkan sementara seluruh operasionalnya menyusul penutupan lalu lintas udara di Doha yang menjadi hub transit penting bagi jemaah dari berbagai benua.
Saudia juga mengakui pembatalan sejumlah penerbangan termasuk yang mengangkut jemaah umrah menuju Arab Saudi.
Gangguan meluas hingga maskapai global yang melewati wilayah Timur Tengah dalam rute regulernya.
KLM menghentikan penerbangan ke dan dari Tel Aviv mulai Minggu sehingga memengaruhi koneksi regional lainnya.
Virgin Atlantic membatalkan penerbangan London-Dubai dan mengalihkan rute lain guna menghindari zona udara yang terdampak.
Turkish Airlines menangguhkan penerbangan ke sejumlah tujuan di kawasan hingga akhir pekan sehingga transit melalui Istanbul ikut terganggu.
Air India menghentikan seluruh penerbangan ke destinasi Timur Tengah sehingga ratusan jemaah dari Asia Selatan terlantar di bandara asal.
Beberapa pesawat yang sudah lepas landas bahkan terpaksa kembali ke bandara keberangkatan setelah wilayah udara ditutup mendadak.
American Airlines mencatat penerbangan Philadelphia-Doha berbalik arah saat pembatasan diberlakukan secara tiba-tiba.
Air Canada melaporkan penerbangan Toronto-Dubai melakukan putar balik di atas Samudra Atlantik dan kembali ke Kanada pasca pengumuman penutupan.
Maskapai-maskapai tersebut mengambil keputusan secara real time berdasarkan perkembangan keamanan demi prioritas keselamatan penumpang.
Bandara-bandara transit utama seperti Hamad di Doha Dubai International dan Bahrain International mengalami lonjakan penumpang tertahan akibat pembatalan massal.
Dengan terganggunya akses udara ke Qatar Uni Emirat Arab serta Bahrain ribuan jemaah umrah kini terjebak di bandara transit atau tertunda keberangkatannya dari negara asal menuju Arab Saudi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

