Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Mojtaba Khamenei Terluka dalam Serangan Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Belum Muncul di Publik

 

Repelita Teheran - Mojtaba Hosseini Khamenei yang dianggap sebagai calon utama pengganti ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dilaporkan mengalami luka dalam serangan Israel baru-baru ini.

Serangan yang disebut sebagai upaya pembunuhan itu terjadi dalam seminggu terakhir selama operasi militer yang diberi nama Operation Epic Fury.

Kabar tersebut pertama kali muncul pada Senin 9 Maret 2026 menurut laporan media asing yang mengutip sumber intelijen.

Sejak insiden menimpa keluarga Khamenei Mojtaba belum tampil di depan publik sama sekali meskipun namanya terus disebut sebagai penerus Ayatollah Ali Khamenei.

Pria berusia 56 tahun itu diyakini telah dipilih sebagai kandidat terkuat setelah dua kali pertemuan Dewan Ahli Iran yang dihadiri pejabat senior rezim.

Mojtaba dikenal sebagai figur garis keras yang sangat menentang Barat dan memiliki pengaruh kuat di belakang layar selama masa kepemimpinan ayahnya.

Ia mendukung program pengembangan senjata nuklir dan menjalin hubungan sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam yang merupakan pasukan elit paling berpengaruh di negara itu.

Kehidupan pribadinya kerap menjadi perbincangan karena kepemilikan sejumlah properti mewah di Inggris dengan nilai total lebih dari 100 juta pound sterling.

Portofolio propertinya meliputi sebelas rumah di kawasan Bishop’s Avenue London yang terkenal sebagai Billionaire’s Row.

Ia juga diduga mengelola jaringan investasi besar di Teheran Dubai dan Frankfurt serta menyimpan dana dalam rekening bank di Swiss.

Pada Januari lalu hampir 250 juta pound sterling dipindahkan ke Dubai melalui transaksi mata uang kripto.

Mojtaba memiliki jet pribadi helikopter untuk keperluan mendesak serta koleksi mobil mewah merek Mercedes.

Sebelum ayahnya wafat ia mengajar di seminari terbesar di Qom dan pernah belajar dari seorang ulama yang dikenal ekstrem dengan julukan Ayatollah Buaya.

Catatan hak asasi manusianya dianggap buruk karena dugaan keterlibatan dalam penindasan demonstrasi dalam negeri serta pengalaman bertugas selama Perang Iran-Irak.

Nama Mojtaba telah lama muncul sebagai calon Pemimpin Tertinggi sejak laporan tahun 2022 yang menyatakan ambisinya untuk menduduki posisi tersebut.

Namun ayahnya pernah menolak konsep suksesi kekuasaan secara turun-temurun karena dianggap menyerupai monarki masa lalu.

Penyerahan kepemimpinan kepada keluarga berpotensi memicu kemarahan ulama senior tradisional yang mengaitkannya dengan era Shah Iran.

Konsep pewarisan keluarga juga bertentangan dengan tradisi Syiah yang membatasi garis keturunan religius hanya pada dua belas imam yang ditunjuk secara ilahi.

Jika dipaksakan pemilihan Mojtaba kemungkinan besar akan menimbulkan gejolak di kalangan hawza Syiah serta faksi elite politik Republik Islam.

Ayatollah Khamenei yang telah wafat sebelumnya disebut telah menyiapkan tiga kandidat pengganti potensial dan tidak satupun di antaranya adalah Mojtaba.

Kandidat terkuat itu memiliki saudara laki-laki bernama Mostafa yang juga berprofesi sebagai ulama.

Penunjukan Mojtaba diyakini mendapat tekanan kuat dari Garda Revolusi yang mendorong sikap lebih keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Pasukan elit tersebut menilai Mojtaba memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memimpin Iran di tengah krisis berkepanjangan yang sedang dihadapi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved