Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Janggal Ali Syarief Beberkan Momen Janggal Rismon: Diajak Bahasa Jepang, Langsung Terkejut dan Tak Bisa Menjawab

 Dua pria berdiskusi dengan ekspresi konyol

Repelita Jakarta - Akademisi Ali Syarief blak-blakan bicara mengenai polemik seputar latar belakang pendidikan pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar yang kini menjadi sorotan publik.

Ia mengaku mulai meragukan klaim Rismon pernah menempuh pendidikan di Jepang setelah menyaksikan sebuah momen yang menurutnya sangat janggal dan mencurigakan.

Ali Syarief yang dikenal sebagai akademisi dengan kajian lintas budaya itu mengungkapkan keraguannya ketika Rismon diminta berbicara dalam bahasa Jepang oleh seseorang dalam sebuah diskusi.

Dikatakan Ali Syarief reaksi Rismon saat itu justru menimbulkan tanda tanya besar tentang kebenaran latar belakang pendidikannya.

Ali Syarief menceritakan momen tersebut terjadi ketika Termul Andi Aswan mengomentari Rismon yang disebut pernah kuliah di Jepang.

Saat itu Rismon kemudian diajak berbicara menggunakan bahasa Jepang oleh orang yang hadir dalam forum diskusi tersebut.

Namun respons yang muncul justru membuat Ali Syarief terkejut karena Rismon tidak mampu merespons dalam bahasa Jepang.

"Waktu Termul Andi Aswan mengomentari Rismon, pernah kuliah di Jepang, lalu diajaknya berbahasa Jepang," ujar Ali Syarief dalam pernyataannya pada Jumat 13 Maret 2026.

Ia menyebut Rismon tampak kaget ketika diajak berbicara menggunakan bahasa Jepang di hadapan peserta diskusi.

"Rismon tampak terkejut. Ia tidak sepatah katapun menjawab dalam bahasa Jepang," lanjutnya menggambarkan kejadian tersebut.

Momen tersebut kata Ali Syarief membuat dirinya mulai mempertanyakan klaim Rismon yang disebut pernah menempuh pendidikan di Jepang.

Baginya seseorang yang pernah belajar di negara tersebut semestinya memiliki kemampuan dasar berbahasa Jepang meskipun tidak fasih.

"Saya mulai meragukan Ia pernah kuliah di Jepang," sesalnya dengan nada yakin.

Keraguan itu semakin menguat seiring munculnya isu mengenai dugaan ijazah S2 dan S3 Rismon dari Universitas Yamaguchi yang disebut-sebut bermasalah.

Ali Syarief juga menduga polemik terkait latar belakang pendidikan itu bisa saja menjadi salah satu faktor yang membuat Rismon akhirnya meminta maaf.

Rismon sebelumnya termasuk pihak yang paling vokal mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada.

Namun belakangan ia menyampaikan permintaan maaf dan mengajukan permohonan Restorative Justice di Polda Metro Jaya.

"Dan menduga alasan yang sama dengan Jokowi persoalan ijazah, sehingga ia menyerah dan minta maaf kepada Jokowi," kuncinya menghubungkan.

Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara Andi Azwan mengaku cukup terkejut dengan langkah yang diambil Rismon setelah sebelumnya dikenal sebagai pihak yang aktif mempersoalkan isu tersebut.

"Terkait RJ Rismon Hasiholan Sianipar itu cukup mengagetkan kepada publik yah," ujar Andi Azwan dalam pernyataannya pada Kamis 12 Maret 2026.

Ia mengatakan selama ini Rismon dikenal sebagai salah satu pihak yang berada di barisan terdepan dalam isu dugaan ijazah palsu Jokowi.

"Selama ini kan Rismon ini garis terdepan dari tiroris, kemudian meminta RJ setelah kita melihat laporan dari kami," sebutnya.

Andi Azwan juga menyinggung laporan yang mereka ajukan terkait dugaan ijazah Rismon sendiri khususnya yang berkaitan dengan pendidikan S2 dan S3 di Jepang.

"Yaitu dugaan ijazah palsunya S2 dan S3 itu yang di Yamaguchi," tukasnya.

Ia bahkan menyebut dalam waktu dekat beberapa pihak dari kelompoknya akan melakukan pengecekan langsung ke Jepang untuk memverifikasi.

"Dalam minggu ini beberapa teman kita akan ke Yamaguchi, ke Jepang, untuk melihat dokumen-dokumen S2 dan S3 Rismon," ucapnya.

Lanjut dia langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keabsahan dokumen yang selama ini ditampilkan Rismon di hadapan publik.

"Kalaupun kita mendapatkan pernyataan dari Universitas Yamaguchi melalui email bahwasanya ijazah yang diperlihatkan Rismon dalam Youtubenya itu tidak ada," Andi Azwan menuturkan.

"Tidak ada record dan tidak mengenal ijazah yang ditampilkan Rismon tersebut," tambahnya.

Dalam pandangan Andi Azwan permohonan RJ yang diajukan Rismon dapat dimaknai sebagai bentuk pengakuan bahwa penelitian terkait ijazah Presiden Jokowi sebelumnya memiliki kekeliruan.

"Artinya ada suatu pengakuan dari Rismon bahwasanya dia telah melakukan kesalahan besar untuk meneliti ijazah pak Jokowi, ternyata dia menemukan bahwa metode yang digunakan salah, apapun itu," imbuhnya.

Polemik ini semakin memperumit kasus yang telah berlangsung berbulan-bulan dan menyedot perhatian publik luas.

Masyarakat menanti kejelasan lebih lanjut terkait latar belakang pendidikan Rismon yang menjadi dasar kredibilitasnya sebagai pakar digital forensik.

Tim Jokman yang akan berangkat ke Jepang diharapkan dapat membawa bukti otentik mengenai status akademik Rismon di Universitas Yamaguchi.

Hasil pengecekan tersebut akan menjadi informasi penting bagi publik untuk menilai kredibilitas Rismon ke depannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved