Repelita Washington - Pemerintah Amerika Serikat mulai membuka penyelidikan menyeluruh atas serangan mematikan yang menghantam sebuah sekolah dasar di Iran bulan lalu, langkah yang menandai perubahan sikap Washington di tengah menguatnya bukti yang mengarah pada keterlibatan militer Amerika dalam insiden tersebut.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Jumat menyatakan militer AS telah memulai investigasi komprehensif untuk menelusuri bagaimana serangan itu bisa terjadi di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab Iran selatan.
Pernyataan tersebut secara tidak langsung mengisyaratkan kemungkinan pasukan Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan yang sebelumnya disebut-sebut berkaitan dengan Iran namun kini mulai terkuak fakta sebenarnya.
"Investigasi penuh sedang dilakukan untuk memahami seluruh rangkaian peristiwa yang mengarah pada serangan tersebut," kata Hegseth menegaskan bahwa Pentagon ingin memastikan fakta yang sebenarnya di lapangan.
Pernyataan terbaru dari Pentagon ini dianggap sebagai sinyal bahwa militer AS mulai mengakui perannya dalam serangan yang menewaskan lebih dari 170 warga sipil tersebut .
Hasil investigasi pendahuluan yang bocor ke media menunjukkan bahwa militer AS kemungkinan menggunakan data penargetan yang sudah usang dalam mempersiapkan serangan pada 28 Februari 2026 itu .
Menurut salinan arsip situs web resmi sekolah, bangunan pendidikan tersebut berdekatan dengan kompleks yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam .
Para pejabat militer AS yang bertanggung jawab atas serangan tersebut diduga menggunakan intelijen yang sudah usang yang masih mengidentifikasi bangunan sekolah sebagai bagian dari pangkalan militer Iran di dekatnya .
Sebelumnya Presiden Donald Trump sempat menyalahkan Iran atas serangan terhadap sekolah itu dengan mengatakan bahwa amunisi Iran tidak akurat dan menyebabkan tragedi tersebut.
Namun dalam beberapa pekan terakhir muncul berbagai laporan dan bukti yang menunjukkan kemungkinan keterlibatan langsung militer Amerika dalam operasi yang menewaskan ratusan anak-anak tersebut .
Serangan yang menimpa fasilitas pendidikan itu memicu kecaman internasional terutama karena korban berasal dari kalangan sipil termasuk anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun .
Insiden tersebut menjadi salah satu episode paling kontroversial di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah saat ini.
Media The New York Times melaporkan bahwa dalam rekaman video yang terverifikasi rudal Tomahawk terlihat menghantam bangunan yang disebut sebagai klinik medis di dalam pangkalan militer .
Namun saat sudut pandang kamera bergeser ke area sekitar awan debu dan asap tebal sudah terlihat membubung dari lokasi sekolah menunjukkan fasilitas pendidikan itu terkena dampak serangan .
Sebagai catatan teknis militer Amerika Serikat merupakan satu-satunya pihak dalam konflik ini yang diketahui secara aktif menggunakan rudal jelajah Tomahawk senjata berpemandu jarak jauh .
Para senator Partai Demokrat AS menuntut agar investigasi dilakukan secara transparan dan hasilnya diungkapkan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban .
Mereka juga mempertanyakan pendekatan Menteri Pertahanan Hegseth yang dinilai terlalu sembrono dalam penggunaan kekuatan militer di wilayah padat penduduk .
Organisasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut pembunuhan terhadap para siswa tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap perlindungan fasilitas pendidikan menurut hukum humaniter internasional .
UNESCO mendesak agar penyelidikan menyeluruh segera dilakukan untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan puluhan anak tak berdosa ini.
Pakar keamanan menilai investigasi ini akan menjadi ujian penting bagi transparansi militer Amerika di mata dunia internasional yang terus memantau perkembangan .
Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjelaskan rantai komando serta keputusan operasional yang mengarah pada serangan terhadap fasilitas sipil yang dilindungi hukum perang .
Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani menekankan pentingnya akuntabilitas bagi para korban dan keluarganya yang kehilangan orang tercinta .
"Keluarga dari gadis-gadis kecil yang terbunuh berhak mendapatkan kebenaran tentang bagaimana hal ini bisa terjadi," pungkasnya mewakili suara kemanusiaan dunia.
Militer AS telah menunjuk seorang jenderal dari luar Komando Pusat untuk memimpin investigasi guna memastikan independensi dan objektivitas proses penyelidikan .
Langkah ini diambil untuk menghindari konflik kepentingan dan memastikan bahwa hasil investigasi dapat diterima oleh semua pihak sebagai sesuatu yang kredibel dan tidak memihak .
Investigasi tingkat komando ini dapat menjadi dasar bagi tindakan disipliner jika ditemukan pelanggaran prosedur atau kelalaian yang menyebabkan tewasnya warga sipil tak berdosa .
Dunia internasional kini menanti hasil investigasi ini sebagai tolok ukur komitmen Amerika Serikat terhadap hukum humaniter internasional dan perlindungan warga sipil di zona konflik .
Pemerintah AS belum mengumumkan jadwal penyelesaian penyelidikan tersebut namun Pentagon menyatakan semua aspek operasi akan ditinjau secara menyeluruh tanpa kecuali .
Proses peninjauan meliputi penentuan target penggunaan intelijen hingga prosedur pelaksanaan serangan udara yang diduga menjadi penyebab tragedi kemanusiaan yang memilukan ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

